Polri Kerahkan Alat Berat Percepat Pemulihan Bencana Sumatera
Sabtu, 3 Januari 2026 | 13:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan puluhan alat berat guna mempercepat proses pemulihan wilayah di sejumlah daerah Sumatera yang terdampak banjir bandang dan bencana hidrometeorologi lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses masyarakat, fasilitas umum, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat segera kembali normal.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, Polri memahami kondisi berat yang dihadapi masyarakat pascabencana. Banyak rumah warga, lingkungan permukiman, hingga akses vital tertimbun lumpur dan material banjir, sehingga membutuhkan penanganan cepat dan menyeluruh.
“Masih ada desa, kecamatan, dan permukiman warga yang membutuhkan bantuan, dan kami terus berupaya maksimal untuk menjangkau semuanya,” kata Trunoyudo di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026).
Hingga saat ini, Polri telah mengerahkan 86 unit alat berat dan 18 unit dump truck yang disebar di berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pengerahan tersebut dilakukan secara terukur untuk membersihkan lumpur dan material banjir, membuka kembali akses jalan dan jembatan, menormalisasi aliran sungai, serta memulihkan fasilitas umum.
“Fokus kami tidak hanya membuka akses jalan, tetapi juga memastikan sekolah, tempat ibadah, fasilitas pelayanan publik, dan permukiman warga dapat kembali digunakan secepat mungkin,” ujar Trunoyudo.
Di Aceh, alat berat Polri dikerahkan secara luas di berbagai kabupaten, antara lain Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Selatan, hingga Aceh Tenggara. Sedikitnya 27 unit alat berat bekerja setiap hari untuk membuka desa yang sempat terisolasi, membersihkan rumah warga, memperkuat tanggul sungai, serta mengamankan harta benda masyarakat.
Sementara di Sumatera Barat, Polri mengoperasikan 12 unit alat berat dan 10 unit dump truck di wilayah Padang Pariaman, Agam, dan Pasaman Barat. Alat berat difokuskan pada pembukaan akses transportasi, pembersihan permukiman dan fasilitas publik, serta memastikan jalur distribusi logistik kembali berjalan.
Adapun di Sumatera Utara, sebanyak 47 unit alat berat dikerahkan di wilayah Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara. Penanganan difokuskan pada pembukaan jalur transportasi yang tertutup longsor dan pemulihan akses antarwilayah.
Trunoyudo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap tabah menghadapi bencana. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk relawan untuk terus bersinergi membantu proses pemulihan.
“Dengan kebersamaan, proses pemulihan akan jauh lebih cepat dan lebih kuat,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
AS Sebut Tak Ada Bukti Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




