KPK Beberkan Alasan Periksa Bupati Pati Sudewo di Kudus setelah OTT
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan alasan Bupati Pati Sudewo diperiksa di Mapolres Kudus setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Senin (19/1/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik memeriksa Sudewo di Kudus atas pertimbangan keamanan, mengingat ada potensi terjadi gerakan massa apabila pemeriksaan dilakukan di Polres Pati.
“Tentu pemilihan tempat untuk melakukan pemeriksaan itu pertimbangan tim di lapangan supaya pemeriksaan juga bisa berjalan berlangsung secara efektif karena memang pihak-pihak yang dilakukan pemeriksaan itu ada beberapa ya, tentunya itu butuh lokasi-lokasi untuk melakukan pemeriksaan oleh tim di lapangan," ujar Budi di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).
Budi memastikan pemeriksaan berjalan lancar dan efektif. Menurut dia, tidak ada perlawanan dari Bupati Sudewo atas pemeriksaan tersebut. "Tidak ada. Pemeriksaan berjalan efektif," tandas Budi.
Dalam OTT tersebut, kata Budi, KPK juga mengamankan uang tunai miliaran rupiah. Uang miliaran tersebut diduga berasal dari kasus dugaan korupsi terkait jual beli jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten Bekasi. Terutama, kasus jual beli jabatan di level pemerintahan desa di Pati.
"Jadi ini berkaitan dengan dugaan tindakan pidana korupsi dalam pengisian jabatan khususnya di lingkungan pemerintah desa. Jadi ada Kaur, ada Kasi atau Kepala Seksi, dan ada juga untuk jabatan sekdes atau sekretaris desa," ungkap Budi.
"Itu penerimaan-penerimaan dari Bupati Pati berkaitan dengan pengisian jabatan di lingkungan pemerintah desa," tutur Budi.
Saat ini, Bupati Sudewo dan tujuh orang lainnya sudah tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka sedang menjalani pemeriksaan secara intensif dalam waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukumnya. Setelah itu, KPK akan mengumumkan status hukum, konstruksi perkara, kronologi dan peran para pihak dalam konferensi pers yang terbuka untuk publik
"Pagi ini, delapan orang yang diamankan sudah tiba di Gedung KPK Merah Putih, yang pertama kepala daerah atau bupati Pati, kemudian dua camat, tiga kepala desa, dan dua calon perangkat desa," pungkas Budi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




