ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Doa Menjelang Ramadan, Amalan Penyambut Bulan Suci

Jumat, 6 Februari 2026 | 12:55 WIB
CR
TE
Penulis: Caesi Rosprianti | Editor: TCE
Ilustrasi berdoa.
Ilustrasi berdoa. (Unsplash/Visual Karsa)

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki Februari, umat Islam telah berada di bulan Syakban menurut kalender Hijriah. Bulan ini menjadi salah satu penanda penting karena umat muslim di seluruh dunia akan segera memasuki bulan suci Ramadan.

Momentum ini biasanya dimanfaatkan untuk mulai mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun spiritual. Persiapan menyambut Ramadan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan jasmani, kebutuhan pokok, atau pengaturan aktivitas harian.

Lebih dari itu, Ramadan perlu disambut dengan kesiapan rohani melalui doa, niat, serta penguatan ibadah. Bahkan, dalam ajaran Islam, doa menjelang Ramadan dianjurkan untuk dipanjatkan sejak sebelum bulan suci tersebut tiba.

ADVERTISEMENT

Berikut ini rangkaian doa menjelang Ramadan yang dianjurkan dalam hadis dan keterangan para ulama. Doa-doa ini mencakup permohonan agar dipertemukan dengan Ramadan, diberi keberkahan, hingga niat puasa yang dilakukan sebelum fajar selama bulan Ramadan berlangsung

Setiap doa memiliki makna dan hikmah bagi umat muslim yang melafalkannya.

Doa Menyambut Awal Ramadan

Doa menyambut awal Ramadan sering pula disebut sebagai doa menjelang Ramadan. Doa ini diriwayatkan dari hadis yang menggambarkan amalan Rasulullah SAW ketika memasuki masa Ramadan, sebagai bentuk kesiapan lahir dan batin.

اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي وَسَلِّمْهُ مِنِّي

Allahumma sallimnī li Ramaḍāna, wa sallim Ramaḍāna lī, wa sallimhu minnī.

Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku agar mampu beribadah di bulan Ramadan, selamatkanlah kedatangan Ramadan untukku, dan jagalah aku dari perbuatan maksiat selama bulan Ramadan”.

Doa ini dianjurkan sebagai bentuk persiapan spiritual sebelum memasuki puasa Ramadan, selain mengucapkan niat puasa untuk satu bulan penuh.

Hikmah utama dari doa ini adalah memohon kesempatan untuk bertemu Ramadan serta kemampuan menjalani ibadah dengan kondisi terbaik.

Doa Memohon Dipertemukan dengan Ramadan

Doa ini termasuk doa yang paling sering dibaca oleh umat muslim sejak memasuki Rajab dan Syakban. Tujuan utama dari doa ini adalah agar seseorang diberi umur panjang, kesehatan lahir dan batin, serta kekuatan iman untuk menjalani ibadah di bulan Ramadan.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya‘bāna wa ballighnā Ramaḍān.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan”.

Doa ini dianjurkan untuk dibaca sejak Rajab dan Syakban hingga menjelang Ramadan, mengingat jarak waktu antara bulan-bulan tersebut relatif dekat dalam kalender Islam.

Dalam riwayat Musnad Imam Ahmad, doa ini disebutkan sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ، حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَنْ زَائِدَةَ بْنِ أَبِي الرُّقَادِ، عَنْ زِيَادٍ النُّمَيْرِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ  كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ قَالَ:  اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَرِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ…

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin ‘Umar, dari Za’idah bin Abi Ar-Ruqad, dari Ziyad An-Numairi, dari Anas bin Malik, ia berkata:  ‘Apabila Nabi Muhammad SAW memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syakban, dan berkahilah kami di bulan Ramadan”.

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Al-Baihaqi. Sebagian ulama menilai hadis tersebut daif dari sisi sanad, tetapi tetap boleh diamalkan karena termasuk dalam kategori fadā’ilul a‘māl (keutamaan amal), bukan sebagai dalil hukum wajib.

Niat atau Doa Sebelum Memulai Puasa Ramadan

Dalam Islam, niat merupakan syarat sah puasa. Meskipun tidak berbentuk doa khusus yang wajib dilafalkan, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa niat harus ada sebelum fajar setiap hari di bulan Ramadan.

Inti niat puasa terletak pada keteguhan hati, bukan semata-mata pada ucapan lisan.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu ṣawma ghadin ‘an adā’i farḍi syahri Ramaḍāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta‘ala”.

Mayoritas ulama menjelaskan bahwa niat puasa tidak wajib diucapkan dengan suara keras, karena niat sejatinya adalah kehendak yang tertanam di dalam hati.

Para ulama juga menegaskan tidak ada kewajiban membaca doa dengan lafaz tertentu menjelang Ramadan. Umat muslim dianjurkan memperbanyak doa yang maknanya relevan, seperti doa memohon ampunan, kesehatan, kekuatan dalam beribadah, serta doa agar puasa dan amal diterima oleh Allah Swt.

Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW, “Doa adalah inti ibadah”. (HR Tirmidzi)

Dengan demikian, doa menjelang Ramadan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu selama niatnya tulus dan tidak bertentangan dengan syariat Islam. Konsep persiapan Ramadan sendiri memiliki landasan kuat dalam hadis-hadis sahih.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan Ramadan, maka Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka”.

Hadis ini diriwayatkan dalam beberapa kitab keutamaan Ramadan dan sering digunakan ulama untuk mendorong umat Islam mempersiapkan diri secara spiritual, bukan hanya secara duniawi.

Amalan dan Doa Lain Menyambut Ramadan

Ramadan merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa karena termasuk waktu-waktu mustajab. Doa dapat dipanjatkan pada sepertiga malam terakhir, saat berbuka puasa, maupun di antara adzan dan iqamah. Oleh sebab itu, doa tidak hanya terbatas pada waktu menjelang Ramadan saja.

Hadis sahih juga menjelaskan Rasulullah SAW telah mempersiapkan diri sejak bulan Syakban dengan memperbanyak ibadah. Hal ini diriwayatkan dari Aisyah RA: “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa sunah dibandingkan di bulan Syakban”.  (HR Bukhari dan Muslim)

Makna dari hadis ini menunjukkan doa menjelang Ramadan idealnya diiringi dengan latihan ibadah dan peningkatan amal saleh. Ramadan sebaiknya disambut dengan kesadaran penuh, karena hikmah dari membaca doa menjelang Ramadan mencakup penguatan niat, persiapan mental dan disiplin ibadah, serta penumbuhan kesadaran spiritual.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon