No Viral, No Justice! Pers Diminta Lebih Banyak Sampaikan Suara Rakyat
Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengajak insan pers untuk lebih banyak menyampaikan suara rakyat dan lebih peka terhadap nasib rakyat, meskipun industri pers juga sedang menghadapi masalah, seperti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Sekarang ini kan problem pers kan untuk survive ekonomi, karena nyata di mana-mana terjadi PHK, itu agenda yang dirasakan oleh pers, tetapi cobalah, sempatkan lah, kepedulian pada nasib-nasib rakyat yang terpinggirkan itu harus sering, lebih banyak disuarakan," kata Komaruddin dikutip dari Antara, Sabtu (7/2/2026).
"Jadi ini alarm ya," sambungnya.
Hal itu disampaikan setelah kasus bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak mampu membeli alat tulis menjadi sorotan publik.
Komaruddin mengemukakan pentingnya upaya bersama untuk terus menyuarakan masalah-masalah akibat kemiskinan struktural supaya bisa segera ditangani.
"Kan ada ungkapan no viral, no justice. Kalau nanti ramai-ramai itu baru diperhatikan, tetapi kalau hanya satu itu nanti lupa lagi," katanya.
Komaruddin menyampaikan struktur masyarakat Indonesia masih berbentuk piramida dan masyarakat miskin berada di lapisan paling bawahnya.
Menurut dia, pemerintah dan pihak-pihak terkait harus terus diingatkan untuk mengatasi persoalan kemiskinan struktural dan mengupayakan pemerataan manfaat pembangunan.
Ia menekankan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi harus berjalan seiring.
"Kalau mengejar pertumbuhan, tetapi siapa yang tumbuh? Sekarang ini yang tumbuh banyak orang kaya-kaya, tetapi yang miskin kan tidak berubah," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




