Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia
Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Duka mendalam menyelimuti dunia politik dan pertahanan Indonesia. Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026).
Informasi tersebut diterima Beritasatu.com melalui pesan WhatsApp. Juwono Sudarsono mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telah meninggal dunia Prof Dr Juwono Sudarsono, menteri pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu pada Sabtu (28/3/2026) jam 13.45 di RSPI Pondok Indah, Jakarta," demikian bunyi pesan yang beredar.
Juwono Sudarsono lahir pada 5 Maret 1942. Ia dikenal sebagai intelektual dan teknokrat dengan rekam jejak panjang di pemerintahan lintas era.
Kariernya di kabinet dimulai pada masa Presiden Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan dalam Kabinet Reformasi Pembangunan. Selanjutnya, pada era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), ia dipercaya menjabat sebagai menteri pertahanan pada periode 1999-2000.
Puncak kariernya terjadi saat kembali dipercaya menjadi menteri pertahanan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009. Dalam masa jabatannya, Juwono berperan penting dalam memperkuat reformasi sektor pertahanan pascareformasi.
Ia dikenal sebagai sosok yang mendorong profesionalisme TNI serta memperkuat hubungan sipil dan militer. Salah satu pencapaian bersejarahnya adalah menjadi menteri pertahanan pertama dari kalangan sipil, setelah posisi tersebut selama puluhan tahun didominasi oleh tokoh militer.
Penunjukan Juwono menjadi simbol penting dalam transisi demokrasi Indonesia, khususnya dalam memperkuat supremasi sipil atas militer. Langkah ini juga menjadi tonggak dalam modernisasi sistem pertahanan nasional yang lebih transparan dan akuntabel.
Selain sebagai pejabat publik, Juwono juga dikenal sebagai akademisi. Ia menempuh pendidikan di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi hingga meraih gelar doktor (PhD) dari London School of Economics and Political Science.
Di kancah internasional, ia juga pernah menjabat sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI untuk Kerajaan Inggris hingga 2004. Pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam merumuskan kebijakan pertahanan yang adaptif terhadap dinamika global.
Sepanjang kariernya, Juwono dikenal mengedepankan pendekatan strategis dan intelektual dalam mengelola sektor pertahanan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan militer dan diplomasi dalam menjaga kedaulatan negara.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan warisan pemikiran yang masih relevan bagi pembangunan sistem pertahanan Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




