Polri: Andre Fernando 'The Doctor' Suplai 2 Jaringan Narkoba
Senin, 6 April 2026 | 21:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bareskrim Polri mengungkap peran besar Andre Fernando alias Charlie alias “The Doctor” dalam jaringan peredaran narkoba internasional. Ia diduga menjadi pemasok utama untuk dua jaringan besar di Indonesia.
Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, menyebut Andre memiliki peran strategis sebagai penyuplai narkoba lintas wilayah. “Andre ‘The Doctor’ merupakan penyuplai dari dua jaringan yang ada di Indonesia,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Polri mengidentifikasi dua jaringan utama yang disuplai oleh Andre, yakni jaringan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang melibatkan tersangka Erwin Iskandar alias Koko Erwin serta jaringan tempat hiburan malam White Rabbit di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan.
Kedua jaringan ini diduga menerima pasokan narkoba dari Andre melalui berbagai jalur, baik darat maupun pengiriman kargo. Andre sebelumnya ditangkap di Penang, Malaysia, dalam operasi gabungan yang melibatkan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divhubinter Polri, serta Interpol.
Setibanya di Indonesia, Andre langsung digiring ke kantor Bareskrim Polri sekitar pukul 19.25 WIB dengan pengawalan ketat. Ia terlihat duduk di kursi roda saat memasuki gedung pemeriksaan.
Namun, Andre memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus yang menjeratnya. Dalam pengembangan kasus, Andre diketahui telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berperan sebagai distributor utama narkoba.
Ia disebut memasok berbagai jenis narkotika, mulai dari sabu hingga vape yang mengandung etomidate serta cairan yang dikenal sebagai happy water.
Tak hanya itu, Andre juga diduga terlibat dalam upaya pelarian tersangka lain dengan menginstruksikan penyediaan kapal untuk menyeberangkan Erwin Iskandar ke Malaysia melalui Tanjung Balai. Namun, rencana tersebut gagal setelah Erwin lebih dulu ditangkap polisi pada Februari 2026.
Kombes Pol Kevin Leleury menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar seluruh jaringan peredaran narkoba hingga ke akar. “Bareskrim Polri akan terus membangun dan mengungkap jaringan dari bawah hingga ke atas,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan jaringan narkoba lintas negara dengan skala distribusi yang luas di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




