Golkar Maluku Desak Polisi Usut Tuntas Penusukan Nus Kei hingga Tewas
Minggu, 19 April 2026 | 18:32 WIB
Ambon, Beritasatu.com – DPD I Partai Golkar Maluku mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Agrapinus Rumatora atau Nus Kei.
Korban diduga ditikam oleh orang tak dikenal di pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara.
“Kami meminta kasus ini diusut tuntas sekaligus menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa ketua Partai Golkar Malra,” kata Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar A Lessy, dalam keterangan tertulis di Ambon dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).
Umar menilai peristiwa tersebut merupakan kejadian serius yang tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan situasi keamanan di daerah, khususnya di Maluku Tenggara.
“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Tindakan penikaman ini merupakan perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.
Golkar juga mengimbau seluruh kader di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Solidaritas harus ditunjukkan melalui sikap dewasa, bukan tindakan yang justru memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Selain itu, Golkar meminta aparat keamanan segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.
Partai berlambang beringin itu juga mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Umar turut menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku agar tetap solid dan memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
DPD I Partai Golkar Maluku menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Agrapinus Rumatora diduga berada di Maluku Tenggara untuk persiapan pelaksanaan musyawarah daerah (musda). Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setelah insiden penikaman, namun nyawanya tidak tertolong.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




