Poin-poin Permintaan Maaf Arifah Fauzi Soal Gerbong KRL Perempuan
Kamis, 30 April 2026 | 11:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong KRL perempuan usai insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Jawa Barat.
Permintaan maaf tersebut disampaikan setelah muncul kritik dari publik yang menilai pernyataannya kurang tepat di tengah situasi duka.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” ujar Arifah.
Berikut poin-poin yang disampaikan Arifah dalam klarifikasinya:
- Mengakui pernyataannya sebelumnya kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat.
- Menyampaikan permohonan maaf kepada korban serta keluarga korban yang terdampak.
- Menegaskan tidak ada maksud untuk mengabaikan keselamatan penumpang lain.
- Menyatakan keselamatan seluruh masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
- Menekankan fokus pemerintah saat ini adalah penanganan korban, baik meninggal maupun luka-luka.
- Menyampaikan empati dan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut.
- Menegaskan komitmen memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan, terutama bagi anak-anak korban.
- Mengajak semua pihak fokus pada pemulihan korban serta perbaikan sistem keselamatan transportasi.
“Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” katanya.
“Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambahnya.
Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan pada KRL dipindahkan ke bagian tengah rangkaian setelah ia menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi. Usulan tersebut memicu polemik di tengah masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




