ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dana Desa, Ketua DPD: Pengelolaannya Harus Transparan

Sabtu, 1 Mei 2021 | 17:19 WIB
CP
CP
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: PAAT
Dana desa yang digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan di Desa Margodadi, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta.
Dana desa yang digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan di Desa Margodadi, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengingatkan para kepala desa untuk mengelola dana desa secara transparan. Dengan begitu, anggaran yang telah dialokasikan itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikan La Nyalla saat bertemu dengan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Jumat (30/4/2021).

"Saya cuma wanti-wanti saja, dana desa ini jumlahnya besar. Pengelolaannya harus transparan dan tepat. Jangan pernah main-main dalam pemakaiannya. Harus benar-benar bermanfaat bagi kepentingan rakyat," kata La Nyalla dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Menurut La Nyalla, transparansi dalam tata kelola dana desa harus selalu dipertahankan agar kepala desa tidak mudah terganjal masalah atau kasus-kasus hukum mengenai penggunaan anggaran desa. La Nyalla mengatakan kepala desa memiliki peran penting memastikan dana desa tersalurkan dengan baik untuk membiayai berbagai program pembangunan di desa, termasuk di antaranya program-program pemberdayaan yang digerakkan oleh Badan Usaha Milik Desa.

"Dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat kepada daerah ini harus bisa dimanfaatkan dengan baik. Tentunya untuk menyejahterakan masyarakat desa. Oleh karena itu, kunci sukses program pemerintah salah satunya berada di tangan para kepala desa," kata La Nyalla.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ketua Umum Apdesi Suhardi Buyung mengatakan pihaknya menemui La Nyalla untuk berdiskusi dan mendapatkan saran-saran mengenai tata kelola dana desa yang transparan dan akuntabel.

"Pak La Nyalla sudah keliling hampir seluruh Indonesia. Beliau sangat tahu problem desa, makanya, kami semua di sini ingin meminta saran dan solusi agar kami lebih mudah dalam menyejahterakan masyarakat," kata Suhardi.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

Aplikasi Pengawas Dana Desa dan MBG Segera Diluncurkan!

NASIONAL
Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

Isu Politik-Hukum Terkini: Jangan Kriminalisasi Kepala Desa!

NASIONAL
Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

Diduga Korupsi Dana Desa, Kepala Desa di Lamongan Nyaris Diamuk Massa

JAWA TIMUR
Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

Amsal Sitepu Sebut Jasanya Sudah Murah, Ungkap 2 Desa Tak Bayar

NASIONAL
Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

Pentingnya Peran Koperasi di Tengah Gelombang PHK Massal

EKONOMI
Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

Dana Desa 58 Persen untuk Kopdes Merah Putih, DPR Soroti Risiko APBN

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon