Sebagai Penyandang Disabilitas, Stafsus Presiden Sayangkan Kekerasan oleh Oknum Pomau di Merauke
Rabu, 28 Juli 2021 | 18:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Staf Khusus Presiden Angkie Yudistia menyayangkan tindakan berlebihan oknum prajurit Polisi Militer TNI AU atau Pomau, saat melerai pertikaian yang melibatkan warga sipil penyandang disabilitas di Merauke, Papua.
"Ada cara-cara yang lebih bijak dalam merespons aktivitas warga disabilitas. Kami menyayangkan sikap berlebihan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI di sana ketika berusaha melerai pertikaian antarwarga," kata Angkie dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/7/2021).
Sebagai sesama penyandang disabilitas, Angkie berharap ada pendekatan persuasif dan sikap humanis yang bisa dikedepankan ketika berhadapan dengan masyarakat penyandang disabilitas.
"Saya seorang tunarungu tuli, saya memahami betul bagaimana sulitnya berkomunikasi. Saya memahami perasaan teman-teman disabilitas yang lain di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari pemerintah dan juga sesama disabilitas, saya meminta maaf atas kejadian ini dan berharap ke depannya tidak terulang peristiwa serupa di kemudian hari," ujarnya.
Angkie mendukung langkah yang diambil Markas Besar atau Mabes TNI Angkatan Udara dalam menegakkan hukum kepada oknum anggotanya yang menyalahi aturan.
"Kami mendukung setiap upaya penegakan disiplin yang telah dilaksanakan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," ujarnya.
Angkie meyakini prajurit TNI mampu menjalankan fungsinya secara professional dengan mengedepankan "delapan wajib TNI" yang ramah, santun, menjunjung tinggi kehormatan, serta menjadi contoh yang baik bagi masyarakat.
Angkie Yudistia adalah pendiri Thisable Enterprise, perusahaan yang menyalurkan SDM disabilitas untuk bekerja di perusahaan-perusahaan serta wadah bagi produk buatan disabilitas.
Kader Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini penyandang tuna rungu. Kuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi di London School of Public Relations Jakarta dan pada 2008 menjadi salah satu finalis Abang None Jakarta, Angkie diangkat menjadi StafsusPresiden Jokowi pada 2019.
Pernyataan Angkie tersebut menanggapi tindakan kekerasan yang dilakukan dua orang oknum Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) JA Dimara Merauke kepada seorang warga sipil penyandang disabilitas.
Mabes TNI AU telah memastikan kedua oknum prajurit Pomau tersebut sudah ditahan.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada Rabu ini juga telah memerintahkan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mencopot Komandan Lanud Johanes Abraham Dimara, serta Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) di Lanud tersebut.
"Jadi saya minta malam ini langsung diserahterimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," kata Panglima TNI kepada wartawan di Jakarta, Rabu (28/7/2021).
Panglima TNI menjelaskan, keduanya dicopot karena tak dapat membina anggotanya. Hadi mengungkapkan, dirinya marah dengan sikap dua oknum prajurit Pomau yang tak peka dan melakukan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.
"(Alasan pencopotan) Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," tegas Hadi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




