Setara Desak Menteri BUMN Bertindak Selesaikan Konflik Lahan PTPN V
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setara Desak Menteri BUMN Bertindak Selesaikan Konflik Lahan PTPN V

Selasa, 7 September 2021 | 07:31 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Advokasi Keadilan Agraria-Setara Institute mendesak Menteri BUMN Erick Thohir segera bertindak untuk menyelesaikan konflik lahan perkebunan yang melibatkan PTPN V dengan 997 petani terhimpun dalam Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa M) Kampar, Riau.

"Menteri BUMN Erick Thohir wajib bertindak dan memerintahkan PTPN V untuk menghentikan cara-cara bisnis BUMN yang bertentangan dengan semangat Menteri BUMN membangun BUMN yang bersih," kata Ketua Badan Pengurus Setara Institute Hendardi dalam siaran pers , Senin (7/9/2021).

Selain itu, lanjut dia, bertentangan dengan semangat Presiden RI Joko Widodo yang justru menggalakkan reforma agraria agar petani memiliki akses tanah untuk penghidupan.

Tim Advokasi Setara Institute bersama perwakilan 997 petani Kopsa M telah melaporkan atas dugaan penyerobotan tanah kepada Satgas Mafia Tanah Bareskrim Polri dan laporan dugaan tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut Hendardi, upaya 997 petani dalam memperjuangkan haknya yang meminta pertanggungjawaban PTPN V dalam pembangunan kebun gagal dan beralihnya kepemilikan lahan petani, telah meningkatkan ancaman terhadap para pengurus Komsa M, pekerja kebun, dan petani.

Intensitas ancaman itu terjadi pada saat Bareskrim Polri telah menyelesaikan pemeriksaan awal terhadap 37 saksi pada tanggal 30 Agustus sampai dengan 3 September 2021.

"Setara​​​​​​​ Institute mengapresiasi langkah Polri yang cepat merespons pelaporan petani," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Hendardi menyebutkan serangan PTPN V terhadap petani berupa tuduhan penggelapan penjualan hasil kebun yang sebenarnya milik petani, menyandera dana lebih dari Rp3 miliar milik petani atas penjualan buah kepada PTPN V, dan mengadudomba petani dengan membentuk kepengurusan koperasi abal-abal.

Bentuk serangan lainnya, upaya-upaya pengambilan kantor properti koperasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan, melumpuhkan pengurus Kopsa M periode 2016—2021 yang sah dan legitimate dengan intervensi yang melawan hukum.

"Termasuk menggunakan alat negara memaksa pengesahan pengurus koperasi tandingan yang dibentuk oleh PTPN V," kata Hendardi.

Adanya serangan ini, kata Hendardi, telah melengkapi dugaan tata kelola yang tidak akuntabel PTPN V yang bertindak sebagai pendamping koperasi dan petani dengan menggelembungkan hutang petani yang bersumber dari pinjaman Bank Mandiri, yang hingga kini telah mencapai Rp150 miliar.

"Modus ini akan berujung pada potensi perampasan 2.050 hektare kebun petani yang dijaminkan di Bank Mandiri," katanya.

Dalam perkara ini, Setara Institute mengingatkan kepada berbagai pihak untuk bersikap profesional dan netral karena apa yang terjadi saat ini antara PTPN V dan Kopsa M adalah hubungan keperdataan antara anak angkat (Kopsa M) yang tidak dikehendaki karena kritis memperjuangkan hak dari bapak angkat (PTPN V) yangn tidak bertanggung jawab dalam tata kelola kemitraan Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA).

"Menteri BUMN semestinya tidak hanya menghentikan cara-cara purba PTPN V, tetapi lebih dari itu dengan mendukung upaya 997 petani yang sedang memperjuangkan haknya yang dirampas lebih dari 10 tahun," kata Hendardi.

Dikatakan pula bahwa kasus yang dialami Kopsa M adalah salah satu dari kasus serupa yang dialami lebih dari 10 koperasi yang juga bermitra dengan PTPN V.

"Menteri BUMN bisa menjadikan langkah petani ini sebagai momentum dan entry point reformasi tata kelola BUMN di sektor perkebunan yang selama ini sering kali menjadi beban APBN dibanding menjadi sektor yang kontributif bagi peningkatan pendapatan negara," ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wapres Ma'ruf Amin Tutup Peringatan Hakordia 2021

Wapres Ma'ruf diagendakan menutup peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021.

NASIONAL | 9 Desember 2021

2022, KPK Fokus 4 Isu Prioritas

KPK menetapkan empat isu prioritas pada 2022 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua KPK, Firli Bahuri dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia).

NASIONAL | 9 Desember 2021

Jokowi: Penindakan Hukum Jangan Hanya Heboh di Permukaan

Jokowi minta penindakan hukum tidak hanya menyasar pada peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan saja.

NASIONAL | 9 Desember 2021

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang sangat tinggi yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Indonesia.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Update Korban Erupsi Semeru: 39 Meninggal dan 13 Hilang

BNPB mencatat korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur yang meninggal dunia 39 orang dan hilang 13 orang pada Kamis (9/12/2021).

NASIONAL | 9 Desember 2021

Jokowi Ingatkan KPK Tidak Berpuas Diri

Jokowi mengingatkan KPK agar tidak berpuas diri dalam penanganan kasus korupsi.

NASIONAL | 9 Desember 2021

2021, KPK Selamatkan Rp 46,5 Triliun Uang Negara

Sepanjang 2021, melalui berbagai upaya pencegahan, KPK telah berhasil menyelamatkan Rp 46,5 triliun potensi kerugian keuangan negara.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Satgas Suru Suru Gagalkan Percobaan Serangan Ke-3 KKB

Anggota Satgas Koramil Suru Suru berhasil menggagalkan penyerangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata ke Koramil Suru Suru, Selasa (7/12/2021).

NASIONAL | 9 Desember 2021

Panitia Natal Nasional 2021 Bantu Korban Semeru

Panitia Perayaan Natal Nasional 2021 mengirimkan bantuan logistik untuk membantu warga yang terimbas erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.

NASIONAL | 9 Desember 2021

Jokowi Sebut Korupsi Harus Ditangani secara Extraordinary

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, korupsi merupakan extra ordinary crime yang mempunyai dampak luar biasa bagi pemerintahan maupun masyarakat Indonesia.

NASIONAL | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
PLN Perkuat Pasokan Listrik di Jakarta

PLN Perkuat Pasokan Listrik di Jakarta

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings