ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Riset Setara Institute: Calon Panglima TNI Harus Penuhi 5 Dimensi Kepemimpinan

Senin, 4 Oktober 2021 | 16:25 WIB
LT
FS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FFS
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal JAndika Perkasa (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal JAndika Perkasa (kiri) dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Yudo Margono. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute mengatakan 100 ahli yang menjadi responden menyebutkan terdapat lima dimensi kepemimpinan harus menjadi kriteria bagi pemilihan calon Panglima TNI. Kelima dimensi kepemimpinan tersebut, yakni integritas, akseptabilitas, kapabilitas, responsivitas dan kontinuitas.

Demikian hasil riset Setara Institute mengenai "Catatan Kinerja Reformasi TNI 2021 dan Temuan Survei Opini Ahli tentang Kandidat Panglima TNI" yang digelar mulai 20 September 2021 hingga 1 Oktober 2021.

Peneliti Setara Institute Ikhsan Yosarie mengatakan secara umum, responden ahli menyatakan lima dimensi kepemimpinan yakni integritas, akseptabilitas, kapabilitas, responsivitas dan kontinuitas merupakan hal penting bagi calon Panglima TNI.

"Sekalipun integritas dianggap paling penting dalam menentukan pilihan untuk kandidat Panglima TNI," kata Ikhsan Yosarie saat memaparkan hasil risetnya secara daring, Senin (4/10/2021).

ADVERTISEMENT

Dijelaskan, Setara Institute melakukan survei sebagai bentuk partisipasi dan upaya memberi masukan objektif terhadap pengambil kebijakan dalam proses pemilihan Panglima TNI. Masukan objektif tersebut berasal dari masukan ahli yang dideduksi melalui survei opini ahli ini.

Tujuan penelitian di atas dimaksudkan untuk dua hal, yakni memastikan pemilihan Panglima TNI dilakukan secara profesional, terukur, dan menjadi bagian dari reformasi TNI, dan memberi roadmap bagi Panglima TNI dalam menata pembangunan TNI, baik secara internal maupun eksternal.

"Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dilakukan dalam bentuk survei menggunakan metode purposive atau purposive sampling," ujar Ikhsan Yosarie.

Terdapat 100 ahli yang telah dipilih dan ditetapkan Setara Institute dengan klasifikasi yang spesifik dan relevan dengan penelitian ini, yakni mereka ahli pada isu pertahanan dan keamanan (hankam), serta hak asasi manusia.

Ahli-ahli tersebut berasal dari akademisi kampus dan elemen masyarakat sipil (NGO/Ormas). Adapun ahli-ahli dalam survei ini tersebar di beberapa kota besar sebagai berikut: Medan, Bukittinggi, Padang, Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Jember, Lamongan, Surabaya, Kendari, Baubau, Makassar, Papua.

Hasil riset mencatat terdapat tiga nama yang memenuhi syarat sebagai kandidat Panglima TNI berdasarkan 5 dimensi kepemimpinan tersebut. Ketiga kandidat tersebut adalah Jenderal TNI Andika Perkasa (KSAD), Laksamana TNI Yudo Margono (KSAL) dan Marsekal Fadjar Prasetyo (KSAU).

Dari riset tersebut, ketiga nama calon Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasau), Marsekal Fadjar Prasetyo mendapat nilai yang tak jauh berbeda untuk lima dimensi kepemimpinan yang diukur. 

"Secara umum, Andika Perkasa mengungguli calon lainnya untuk empat dimensi integritas, akseptabilitas, kapabilitas dan responsivitas. Sedangkan Yudo Margono unggul pada dimensi kontinuitas. Namun demikian, perbedaan skor untuk masing-masing kandidat tidak signifikan," kata Ikhsan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

Makassar Masuk 10 Besar Kota Paling Toleran di Indonesia

SULAWESI SELATAN
Salatiga Jadi Kota Paling Toleran 2025 versi Setara Institute

Salatiga Jadi Kota Paling Toleran 2025 versi Setara Institute

NASIONAL
Setara: 221 Kasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi pada 2025

Setara: 221 Kasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Terjadi pada 2025

NASIONAL
Setara: Ekonomi Ekstraktif Jadi Tantangan Utama Bisnis dan HAM 2026

Setara: Ekonomi Ekstraktif Jadi Tantangan Utama Bisnis dan HAM 2026

NASIONAL
Indeks HAM Indonesia 2025 Turun, Momentum Pembenahan Dinilai Mendesak

Indeks HAM Indonesia 2025 Turun, Momentum Pembenahan Dinilai Mendesak

NASIONAL
Setara Institute Dorong Perusahaan Sadar Prinsip HAM dalam Berbisnis

Setara Institute Dorong Perusahaan Sadar Prinsip HAM dalam Berbisnis

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon