Politikus PAN Geram dengan Pernyataan Prof Budi Santoso
Kamis, 5 Mei 2022 | 17:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus geram dengan dugaan pernyataan bernada rasis yang disampaikan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwokartiko. Guspardi menilai Budi Santoso layak dipecat dari tim penguji program LPDP. Tak hanya itu, Budi Santoso pun dianggap perlu diproses hukum terkait pernyataannya.
Diketahui, rektor ITK menyebut "mahasiswi menutup kepala ala manusia gurun". Pernyataan ini disampaikan Budi Santoso menceritakan pengalamannya saat mewawancarai mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti program LPDP ke luar negeri. Hal itu ditulis Budi dalam akun Facebook miliknya pada Rabu (27/4/2022).
Baca Juga: Mahfud Nilai Rektor ITK Tak Bijaksana Puji Mahasiswa Tidak Pakai Kata Agamis
"Diksi tersebut dinilai cenderung merendahkan perempuan yang memakai penutup kepala (hijab) yang dikesankan sebagai manusia gurun yang terbelakang. Karena itu, Budi Santoso layak dipecat dari sebagai tim penguji atau pewawancara program LPDP ini. Selanjutnya supaya diproses hukum karena bertindak rasis menghina dan melecehkan wanita berhijab serta ajaran Islam," ujar Guspardi, Kamis (5/5/2022).
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN ini mengatakan Budi Santoso mungkin lupa atau tidak mau mengakui fakta bahwa ada perempuan muslimah yang mempunyai prestasi akademik dan bekerja di perusahaan besar. Dia mencontohkan seorang diaspora Indonesia, Ars Vita, perempuan muda berjilbab yang berhasil menembus pendidikan di dua universitas bergengsi di Amerika serikat.
"Sekarang Ars Vita bekerja di perusahaan SpaceX milik Ellon Musk orang terkaya dunia. Walaupun dihadapkan dengan perbedaan budaya, serta statusnya sebagai wanita muslim, Ars berani melawan diskriminasi hijab serta membuktikan wanita berjilab berhasil menggapai posisi penting di perusahaan raksasa teknologi yang didominasi laki-laki. Sungguh prestasi yang membanggakan," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




