ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Politikus PAN Geram dengan Pernyataan Prof Budi Santoso

Kamis, 5 Mei 2022 | 17:05 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Wakil Ketua Baleg DPR F-PKB Ibnu Multazam (kanan) bersama Anggota Komisi II DPR F-PAN Guspardi Gaus (kiri) Diskusi Forum Legislasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 April 2021.
Wakil Ketua Baleg DPR F-PKB Ibnu Multazam (kanan) bersama Anggota Komisi II DPR F-PAN Guspardi Gaus (kiri) Diskusi Forum Legislasi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 6 April 2021. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus geram dengan dugaan pernyataan bernada rasis yang disampaikan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Budi Santoso Purwokartiko. Guspardi menilai Budi Santoso layak dipecat dari tim penguji program LPDP. Tak hanya itu, Budi Santoso pun dianggap perlu diproses hukum terkait pernyataannya.

Diketahui, rektor ITK menyebut "mahasiswi menutup kepala ala manusia gurun". Pernyataan ini disampaikan Budi Santoso menceritakan pengalamannya saat mewawancarai mahasiswa dan mahasiswi yang mengikuti program LPDP ke luar negeri. Hal itu ditulis Budi dalam akun Facebook miliknya pada Rabu (27/4/2022).

Baca Juga: Mahfud Nilai Rektor ITK Tak Bijaksana Puji Mahasiswa Tidak Pakai Kata Agamis

"Diksi tersebut dinilai cenderung merendahkan perempuan yang memakai penutup kepala (hijab) yang dikesankan sebagai manusia gurun yang terbelakang. Karena itu, Budi Santoso layak dipecat dari sebagai tim penguji atau pewawancara program LPDP ini. Selanjutnya supaya diproses hukum karena bertindak rasis menghina dan melecehkan wanita berhijab serta ajaran Islam," ujar Guspardi, Kamis (5/5/2022).

ADVERTISEMENT

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN ini mengatakan Budi Santoso mungkin lupa atau tidak mau mengakui fakta bahwa ada perempuan muslimah yang mempunyai prestasi akademik dan bekerja di perusahaan besar. Dia mencontohkan seorang diaspora Indonesia, Ars Vita, perempuan muda berjilbab yang berhasil menembus pendidikan di dua universitas bergengsi di Amerika serikat.

"Sekarang Ars Vita bekerja di perusahaan SpaceX milik Ellon Musk orang terkaya dunia. Walaupun dihadapkan dengan perbedaan budaya, serta statusnya sebagai wanita muslim, Ars berani melawan diskriminasi hijab serta membuktikan wanita berjilab berhasil menggapai posisi penting di perusahaan raksasa teknologi yang didominasi laki-laki. Sungguh prestasi yang membanggakan," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Sebut Impor Bahan Baku Plastik Tiba Pertengahan Mei 2026

Mendag Sebut Impor Bahan Baku Plastik Tiba Pertengahan Mei 2026

EKONOMI
Dikeluhkan Banyak Pelaku UMKM, Mendag Siapkan Aturan Baru E-commerce

Dikeluhkan Banyak Pelaku UMKM, Mendag Siapkan Aturan Baru E-commerce

EKONOMI
Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

Impor Maret 2026 Turun 8,08 Persen Akibat Lebaran dan Geopolitik

EKONOMI
HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

HET Minyakita Bakal Disesuaikan, Mendag: Sudah sejak 2024 Tak Naik

EKONOMI
Mendag Ungkap Nilai Ekonomi Burung Kicau Tembus Rp 2 Triliun

Mendag Ungkap Nilai Ekonomi Burung Kicau Tembus Rp 2 Triliun

EKONOMI
Mendag Sebut Timur Tengah Lirik RI untuk Kerja Sama Dagang

Mendag Sebut Timur Tengah Lirik RI untuk Kerja Sama Dagang

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon