ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBB Sebut 828 Juta Jiwa Terdampak Kelaparan Global

Selasa, 12 Juli 2022 | 21:42 WIB
UW
UW
Penulis: Unggul Wirawan | Editor: WIR
Ali Abdullahi Mohamed, bayi laki-laki berusia 27 bulan yang kekurangan gizi parah, diperiksa oleh perawat untuk dirawat di Rumah Sakit Bersalin dan Anak Banadir di Mogadishu, Somalia, pada rabu 1 Juni 2022.
Ali Abdullahi Mohamed, bayi laki-laki berusia 27 bulan yang kekurangan gizi parah, diperiksa oleh perawat untuk dirawat di Rumah Sakit Bersalin dan Anak Banadir di Mogadishu, Somalia, pada rabu 1 Juni 2022. (AFP/Ed Ram)

London, Beritasatu.com- Laporan PBB menyebut jumlah orang yang terkena dampak kelaparan global naik menjadi 828 juta jiwa pada 2021. Seperti dilaporkan Arab News, Senin (11/7/2022), sejak 2020, angka tersebut meningkat sekitar 46 juta jiwa, dan 150 juta jiwa sejak pecahnya pandemi Covid-19.

Laporan Keadaan Ketahanan Pangan dan Gizi di Dunia (SOFI) 2022 diterbitkan bersama pada hari Senin oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian, Dana Anak-anak PBB, Badan Pangan Dunia PBB Program dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada tahun 2021, sekitar 2,3 miliar orang (29,3 persen dari populasi global) mengalami kerawanan pangan sedang atau parah, 350 juta jiwa lebih banyak daripada sebelum pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021, kesenjangan gender dalam kerawanan pangan semakin melebar: 31,9 persen wanita di seluruh dunia mengalami kerawanan pangan sedang atau parah, dibandingkan dengan 27,6 persen pria, perbedaan lebih dari 4 poin persentase dari tahun 2020.

ADVERTISEMENT

Hampir 3,1 miliar orang tidak mampu membeli makanan sehat pada tahun 2020, meningkat 112 juta jiwa dari tahun 2019. Ini mencerminkan efek inflasi harga pangan konsumen yang disebabkan oleh efek ekonomi dari pandemi Covid-19 dan langkah-langkah yang diambil untuk menahannya.

Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif mengalami kemajuan, dengan hampir 44 persen bayi di bawah usia 6 bulan disusui secara eksklusif secara global pada tahun 2020. Angka ini jauh dari target 50% pada tahun 2030.

Baca Juga: PBB Sebut Jutaan Orang Bisa Kelaparan Akibat Krisis Ukraina

"Ini adalah angka yang menyedihkan bagi kemanusiaan. Kami terus menjauh dari tujuan kami untuk mengakhiri kelaparan pada tahun 2030. Efek riak dari krisis pangan global kemungkinan besar akan memperburuk hasilnya lagi tahun depan," kata Presiden Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian Gilbert F. Houngbo.

Ke depan, proyeksi menunjukkan bahwa hampir 670 juta orang (8 persen dari populasi global) masih akan kelaparan pada tahun 2030, bahkan jika ekonomi global pulih.

Laporan tersebut menekankan eskalasi pendorong utama kerawanan pangan dan malnutrisi: konflik, iklim ekstrem, dan goncangan ekonomi, dikombinasikan dengan meningkatnya ketidaksetaraan.

Baca Juga: PBB: 18 Juta Orang Hadapi Kelaparan Parah di Sahel Afrika

Bukti menunjukkan bahwa penggunaan kembali sumber daya yang digunakan untuk mendorong produksi, pasokan, dan konsumsi makanan bergizi akan membantu membuat pola makan sehat lebih murah, lebih terjangkau, dan adil bagi semua orang.

Menurut laporan tersebut, pemerintah dapat berbuat lebih banyak dalam mengurangi hambatan perdagangan untuk makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

NASIONAL
Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

Indonesia Siap Tarik TNI dari Lebanon jika PBB Tak Mampu Melindungi

NASIONAL
Ratusan Warga Haiti Mengungsi Seusai Geng Bersenjata Mengamuk

Ratusan Warga Haiti Mengungsi Seusai Geng Bersenjata Mengamuk

INTERNASIONAL
PBB: 45 Juta Orang Bisa Kelaparan Akibat Blokade Selat Hormuz

PBB: 45 Juta Orang Bisa Kelaparan Akibat Blokade Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

Dubes AS di PBB: Negosiasi dengan Iran Masih Berlangsung

INTERNASIONAL
300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

300 Wartawan Tewas, PBB: Gaza Tempat Paling Berbahaya bagi Jurnalis

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon