ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPT Usul Pinjaman Luar Negeri Rp 2,3 Triliun, DPR: Tidak Boleh

Rabu, 31 Agustus 2022 | 18:44 WIB
YP
CP
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: PAAT
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2022.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2022. (BeritaSatu Photo/Ruht Semiono)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi III DPR mengkritik rencana Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melakukan pinjaman luar negeri sebesar Rp 2,3 triliun pada Tahun Anggaran (TA) 2023. Pinjaman luar negeri tersebut dinilai tidak nasionalis dan hanya menguntungkan negara lain.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni dalam rapat pembahasan rencana kerja anggaran (RKA) kementerian/Lembaga dengan Kepala BNPT Boy Rafli Amar di ruang Komisi III, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2022).

"Itu enggak boleh. Bapak harus nasionalis, tidak boleh dalam faktor pinjaman luar negeri loan-nya dari luar negeri Pak. Karena Menteri Bappenas menyampaikan bahwa program pinjaman luar negeri itu dikelola oleh bank dalam negeri," ujar Sahroni usai mendengar pemaparan Boy Rafli Amar.

Sahroni pun meminta Boy Rafli Amar untuk kembali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Menteri Bappenas dan Menteri Keuangan terkait pinjaman tersebut. Pasalnya, Komisi III menolak adanya pinjaman luar negeri untuk BNPT.

ADVERTISEMENT

"Sampaikan bahwa itu adalah memang programnya pak menteri Bappenas dan Menteri Keuangan. Kalau kita tidak nasionalis, maka loan itu datangnya dari luar negeri, yang untung luar negeri," tandas Sahroni.

Dalam pemaparannya, Boy Rafli Amar mengungkap usulan pinjaman luar negeri sebesar Rp 2,3 triliun untuk BNPT itu.

"Kami melaporkan dalam hal ini informasi terkait dengan usulan pinjaman luar negeri yang Rp 2.328.000.000.000,- dengan persyaratan rupiah murni pendamping sebesar 15 persen atau Rp 349.200.000.000," tutur Boy.

Boy mengatakan usulan pinjaman luar negeri tersebut sedang diproses dengan Kementerian Keuangan. Namun, karena ada masukan dari Komisi III DPR, kata Boy, pihaknya akan berkoordinasi dan berkomunikasi kembali dengan Kementerian Keuangan terkait pinjaman luar negeri tersebut.

"Terima kasih pimpinan, segera kita komunikasikan dengan Kementerian Keuangan untuk mengubah yang bersumber dari dalam negeri. Sebagai informasi, lembaga keuangan yang ada pun nantinya akan kami ajak untuk bicara dengan kementerian keuangan sebagai tindak lanjut," tutur Boy.

"Kemudian yang terakhir usulan program yang didanai oleh dana alokasi khusus, BNPT tidak memiliki program tersebut. Jadi demikian yang dapat kami laporkan kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR RI," imbuh Boy.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perpres Baru Terbit, Struktur BNPT Kini Makin Kuat!

Perpres Baru Terbit, Struktur BNPT Kini Makin Kuat!

NASIONAL
Waspada! Teroris Incar Anak-Anak Lewat Gim Roblox, 112 Korban Terdeteksi

Waspada! Teroris Incar Anak-Anak Lewat Gim Roblox, 112 Korban Terdeteksi

MULTIMEDIA
Olah Limbah PLTU Jadi Paving Block, BNPT Dongkrak Ekonomi Desa

Olah Limbah PLTU Jadi Paving Block, BNPT Dongkrak Ekonomi Desa

BANTEN
BNPT Siapkan Perpres Pengaturan Level Terorisme

BNPT Siapkan Perpres Pengaturan Level Terorisme

NASIONAL
Waspada Ancaman Teror, BNPT Soroti Anak Terpapar Konten Kekerasan

Waspada Ancaman Teror, BNPT Soroti Anak Terpapar Konten Kekerasan

NASIONAL
BNPT Pantau Ketat Roblox untuk Cegah Radikalisasi Anak

BNPT Pantau Ketat Roblox untuk Cegah Radikalisasi Anak

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon