Komisi I DPR Pertanyakan Prabowo dan Dudung yang Absen Rapat
Senin, 5 September 2022 | 15:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman absen dalam rapat kerja (raker) denga Komisi I DPR. Sejumlah anggota Komisi I mempertanyakan ketidakhadiran Prabowo dan Dudung. Pasalnya, raker di ruang rapat Komisi I, gedung DPR, Jakarta, Senin (5/9/2022), membahas hal-hal penting untuk Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan TNI.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I Meutya Hafid. Raker dihadiri Wakil Menhan M Herindra, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, dan Wakil Kasad Letjen TNI Agus Subiyanto.
"Tadi dikatakan undangan untuk pak Menhan, kenapa sudah dua kali ini kalau tidak salah undangan secara resmi, pak Menhan tidak datang? Yang hari ini sebetulnya sangat spesial, karena kita akan membicarakan anggaran dan anggaran Kemenhan kan paling besar, pak Menhan ya tidak hadir. Jadi, saya mohon penjelasan," ujar Anggota Komisi I Nurul Arifin.
Anggota Komisi I Yan Permenas Mandenas mengkritik Jenderal Dudung. Pasalnya, sudah beberapa kali, Jenderal Dudung tidak hadir rapat di DPR. Menurutnya, Jenderal Dudung harus bisa membedakan antara agenda prioritas dan rutinitas.
"Kali ini kita rapat membahas RKA (rencana kerja anggaran). Jadi, harus dibedakan mana rapat yang menjadi prioritas dengan rutinitas yang penting di Mabes AD, sehingga rapat-rapat begini tidak setiap saat kita lakukan. Jadi, saya berharap Kepala Staf Angkatan Darat harus hadir di sini," tegas Yan.
Anggota Komisi I Helmy Faishal menilai kehadiran Jenderal Dudung di raker sangat penting. Apalagi, kata Helmy, ada isu hubungan tidak harmonis antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung.
"Panglima sudah hadir dan kita harapkan pak Kasad bisa hadir sekaligus untuk menepis di mediasosial ada informasi yang tidak enak bahwa ada hubungan yang kurang harmonis antara Panglima dengan Kasad, saya kira ini harus kita clear, mengingat kita ini membutuhkan persatuan menghadapi situasi politik yang kita semua ketahui ada masalah di Papua yang memerlukan persatuan kita," ungkap Helmy.
Meutya Hafid pun mengungkap ada surat masuk dari Menhan dan Kasad soal pendelegasian keduanya dalam raker Komisi I. Menhan Prabowo, kata Meutya, diwakilkan Wamenhan, karena Prabowo mendampingi Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Filipina. Sementara, Kasad melaksanakan kunjungan ke wilayah Kodam II Sriwijaya dalam rangka pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Yonif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




