PKL Akan Ditata Pada Jakarta Night Festival

Selasa, 25 Juni 2013 | 14:52 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Jakarta Night Festival
Jakarta Night Festival (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Jakarta Night Festival (JNF) atau malam muda-mudi. Salah satu yang dievaluasi adalah pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi jalan-jalan sehingga menyulitkan pergerakan warga yang ingin menikmati Kota Jakarta. Serta sampah-sampah yang masih memenuhi jalan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengatakan hasil evaluasi JNF terlihat keberadaan PKL masih belum tertata rapi. Padahal konsep JNF yang diinginkan Gubernur DKI Joko Widodo adalah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada PKL untuk berjualan dalam acara tersebut.

"Itu sudah menjadi konsep Gubernur. Tapikan kalau memasukkan PKL ke dalam dan dialokasikan ke tempat dimana orang tidak lewat, tidak ada gunanya juga. PKL kan musti dekat massa. Tapi kalau posisinya sembarangan kayak kemarin, semaunya dia, ini juga masalah," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (25/6).

Melihat permasalahan tersebut, lanjutnya, pada acara JNF ke depan, Pemprov DKI akan menata posisi PKL yang menguntungkan mereka tetapi juga tidak mengganggu warga yang ingin menikmati jalan kaki atau sekeedar bercengkrama di malam hari. "Jadi kita musti menata bagaimana posisi mereka," ujarnya.

Masalah lain yang ditemui dalam pelaksanaan JNF adalah hampir 95 persen PKL tidak bertanggung jawab terhadap sampahnya. Padahal kantong plastik sampah sudah dibagikan, tong-tong sampah sudah disediakan, gerobak motor dan kijang terbuka sudah siap untuk menampung sampah.

"Dia tidak mau bereskan sampahnya, padahal sarana penampungan sampah sudah disediakan. Tetapi ada juga PKL yang mau bereskan sampahnya dan membersihkan lingkungan sekitarnya. Nah ini kita akan minta terus ulang-ulang, supaya mereka tidak boleh buang sampah sembarangan," paparnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Pemprov DKI sedang memikirkan untuk memakai batch. Supaya tidak bisa sembarangan orang masuk untuk berjualan. Sehingga nantinya, PKL yang tidak disiplin ketahuan, dan terjadi seleksi alam mana PKL yang bersih dan mana yang suka buang samah sembarangan.

"Lagipula, hampir 70 persen PKL bukan orang Jakarta asli. Nah, kita tentu harus mengajari adat Jakarta. Lu kalau mau ke Jakarta, kalau bertamu ke rumah orang jangan buang sampah smbarangan, gitu loh. Apalagi orang Jakartanya. Inikan rumah kta bersama. Anda harus tegas. Ini yang mau kita fokuskan ke situ. Nggak apa apa satu atau dua kali gagal, tapi nanti terseleksi PKLnya," tukasnya.

Ahok juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada warga Jakarta dan warga daerah sekitar Jakarta yang berlaku tertib, tidak melakukan perusakan taman-taman yang ada. Memang ada personel Satpol PP DKI yang menjaga taman-taman tersebut. Namun diharapkan kedepan, taman-taman tidak lagi dijaga aparat keamana. Karena warga Jakarta sudah lebih tertib dalam mengikuti acara JNF.

"Yang paling penting, kami berterima kasih kepada warga yang tidak merusak taman. Memang ada Satpol PP, tapi kita berharap nanti makin lama tidak perlu dijaga oleh siapa pun," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon