PT Indoguna Bantah Ada Limbah Cemari Lingkungan
Selasa, 2 Juli 2013 | 23:59 WIB
Jakarta - General Manager (GM) PT Indoguna Utama, DR Petrus Fajar Bhakti membantah adanya limbah perusahaan pendistribusian daging impor tersebut yang mencemari lingkungan di Jalan Taruna, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.
Menurut Petrus pihaknya selalu berhati-hati dalam mengelola berbagai hal yang terkait limbah. Apalagi, selama ini tidak pernah ada warga yang mengeluhkan mengenai hal tersebut.
"Kami selalu berhati-hati mengelola masalah ini. Saya bingung limbah apa yang dimaksud, karena selama ini tidak pernah ada keluhan dari warga mengenai hal itu," kata Petrus saat dihubungi, Selasa (2/7) malam.
Meski demikian, Petrus menyatakan, pihaknya akan kembali memeriksa ke lapangan dan membuktikan keluhan tersebut. Jika memang ada limbah yang mencemari lingkungan, Petrus menyatakan pihaknya akan bertanggung jawab.
"Jika memang benar, kami akan bertanggung jawab. Besok (Rabu, 3/7), saya akan langsung mengecek hal ini," katanya.
Diberitakan, warga di sekitar perusahaan yang berada di Jalan Taruna, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur itu mengeluhkan air limbah berwarna putih kehijauan bahkan terkadang hitam pekat, yang dibuang begitu saja ke saluran air pemukiman warga.
"Warna limbahnya seperti cucian beras, tapi ada seperti lemak-lemak yang berminyak begitu. Baunya amis, dan anyir," kata Murni seorang warga di Jalan Taruna, RT 02/04, Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (2/7) siang.
Murni mengatakan, semenjak dirinya tinggal di kawasan itu 15 tahun lalu, persoalan limbah ini sudah terjadi. Namun, dua tahun belakangan limbah semakin dirasakan warga, setelah kegiatan PT Indoguna Utama semakin meningkat seiring pembangunan gudang baru yang berada di seberang perusahaan lama.
"Memang enggak setiap hari keluar air limbahnya, tapi setiap air limbah keluar selalu bau, apalagi kalau enggak hujan dan cuaca lagi panas," katanya.
Sebaliknya, Murni mengatakan, jika musim penghujan, meski tidak menimbulkan bau menyengat, air limbah membuat kawasan tersebut kerap tergenang banjir. Pasalnya, debit air limbah, ditambah dengan tidak adanya sistem drainase yang dibangun oleh PT Indoguna, membuat air hujan mengalir deras di sekitar pemukiman. Apalagi, dataran kawasan itu lebih rendah dibanding daerah lain yang menjadi tujuan aliran saluran air.
"Kalau hujan air, dari dalam sana (PT Indoguna Utama) deras sekali, dan sering bikin mampet. Bisa seharian banjirnya, karena airnya enggak mengalir," katanya.
Keluhan serupa diungkapkan warga lainnya, Anisa (45). Warga RT 08/04 Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur ini mengatakan, jika banjir terjadi, air hujan yang sudah tercampur dengan air limbah sering masuk ke rumah warga, dan membuat perabotan warga tercemar.
"Kalau hujan pasti banjir, sampai setinggi pinggang orang dewasa, karena debit air dari perusahaan itu banyak sekali. Belum lagi kalau air limbahnya masuk ke rumah menempel ke perabotan. Itu susah dihilangkan, karena seperti lemak begitu," tuturnya.
Lebih jauh, Anisa yang menetap di daerah itu sejak 2004 lalu, menuturkan, sekitar dua tahun lalu, PT Indoguna kerap membakar limbah sampah yang membuat asapnya mengganggu warga. Beruntung, saat ini hal itu sudah tidak terjadi lagi. Dikatakan Anisa, limbah dan banjir yang disebabkan PT Indoguna Utama telah dirasakan warga selama bertahun-tahun.
Protes warga terkait hal ini pun telah disampaikan kepada instansi pemerintah. Namun, hingga kini belum ada tanggapan yang memuaskan warga.
"Dari saya tinggal di sini, warga udah sering mengeluhkan limbah dan banjir, tapi belum ada tanggapan," katanya.
Ketua RT 08, Anas Bakri membenarkan keluhan warganya mengenai pembuangan limbah dari PT Indoguna. Sebagai Ketua RT dia telah berupaya berkomunikasi dengan perusahaan tersebut, namun hingga saat ini tidak membuahkan hasil. Anas khawatir limbah yang terus mengalir ke saluran air pemukiman warga akan merusak air tanah.
"Warga mulai khawatir, kalau dibiarkan air limbah itu akan mencemari air tanah warga," katanya.
Saat mendatangi perusahaan itu untuk meminta konfirmasi, seorang petugas keamanan bernama Kamaludin menghalau, dan menyatakan para petinggi perusahaan yang berwenang memberikan konfirmasi sedang tidak berada di tempat.
"Silakan hubungi pengacara saja mas. Tidak ada yang bisa memberikan konfirmasi sekarang," katanya.
Keluhan warga Jalan Taruna, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit terkait hal ini belum diketahui Lurah Pondok Bambu, Budi Novian. Saat dikonfirmasi wartawan, Budi mengatakan, pihaknya belum menerima laporan adanya limbah tersebut dari warga. Meski demikian, setelah mendengar informasi tersebut pihaknya langsung meninjau langsung ke lokasi perusahaan dan pemukiman warga.
Sejauh ini, kata Budi, belum terlihat ada limbah yang terbuang ke saluran air di pemukiman warga.
"Saya sudah cek ke lapangan, tidak ada limbah yang dibuang ke pemukiman warga. Justru yang saya lihat perusahaan memiliki sumur sendiri untuk pembuangan limbah mereka," tutur Budi.
Menurut Budi, sebagai perusahaan yang cukup besar, PT Indoguna memang memiliki tempat pengolahan limbah sendiri dan penampungan sendiri. Kendati demikian, dia membenarkan bahwa saat hujan turun, cairan limbah dari lokasi pembuangan meluap dan menggenangi jalan raya. Hal itu menurutnya disebabkan lokasi penampungan limbah yang tidak dapat menampung debit air hujan berlebih. Terkait hal ini, Budi mengatakan pernah dibahas pihaknya berdasar laporan dari RT dan RW setempat.
"PT Indoguna punya penampungan air di beberapa titik, tapi kalau memang hujan besar memang tidak menampung, ada yang dikeluarkan ke jalan," kata Budi.
Dikatakan Budi, pihaknya telah menerima permintaan warga agar dibuatkan aliran air dari perusahaan tersebut yang dibuang ke saluran, bukan ke jalan. Menindaklanjuti permintaan ini, pihaknya telah mengajukan kepada Suku Dinas Pekerjaan Umum (Sudin PU) Air, agar dibuatkan saluran air limpahan dari PT Indoguna.
"Pernah disampaikan awal Juni kemarin, sebenarnya untuk membuat saluran memang wewenang Sudin PU Air, nanti akan kami konfirmasi kembali lewat surat susulan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




