Ahok Klaim Sopir Bajaj Sudah Sepakat Soal Rayonisasi

Senin, 8 Juli 2013 | 19:46 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi Bajaj
Ilustrasi Bajaj (AFP)

Jakarta - Dari beberapa pertemuan dengan para sopir bajaj dan pemilik bajaj dua tak, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengklaim, bahwa mereka sudah sepakat dengan penerapan sistem rayonisasi bajaj di lima wilayah DKI Jakarta.

"Rayonisasi mereka sudah mengerti. Mereka sudah setuju. Justru rayonisasi menolong mereka, supaya pembagian jatah kuota itu tidak hilang," kata Ahok, panggilan akrab Basuki, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (8/7).

Ia menilai, selama ini para pemilik dan sopir bajaj dua tak, salah paham terhadap penerapan sistem rayonisasi. Mereka berpikir, tidak bisa membawa penumpang ke luar melintasi dari wilayah tempat mereka beroperasi.

Akhirnya membuat para sopir bajaj ini melakukan aksi unjuk rasa sebanyak dua kali di depan gedung Balai Kota DKI. Penerapan sistem rayonisasi, lanjutnya, sangat menolong sopir bajaj dalam mencari penumpang. Ini dikarenakan pembagian jatahnya lebih jelas dan merata.

"Mereka marah kalau dia yang beroperasi di rayon Jakarta Barat tidak boleh bawa penumpang ke Jakarta Utara. Padahal boleh saja. Atau dalam perjalanan pulang ke rayonnya ada penumpang yang mau naik, ya boleh saja. Hanya saja, mereka tidak boleh muter-muter cari penumpang di luar rayonnya dan mengetem nunggu penumpang di rayon lain," ujarnya.

Saat ditanya jumlah bajaj yang beroperasi di setiap rayon, Ahok mengaku, tidak mengetahui secara mendetail.

Pembagian jumlah bajaj di setiap rayon sudah melalui teori hitungan yang merata dan adil. Hanya saja kapasitas mesinnya dibatasi, tidak boleh terlalu besar atau melebihi 1.000 cc, karena pasti akan boros bahan bakar.

"Saya tidak inget angka-angkanya, tapi semua kan ada teori hitungannya. Kalau kurang, ya kita lakukan tender lagi. Justru nanti kalau masuk bajaj listrik, mereka mau beli. Malah mereka tanya, boleh ya pak pakai bajaj listrik. Jadi ini salah paham, dia pikir yang menang tender harus pakai bajaj tertentu. Makanya mereka tuduh Pak Pristono ada main sama PT yang suplai bajaj 4 tak," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon