11 Kerajaan Mancanegara Hadir di "World Royal Heritage" Jakarta

Selasa, 3 Desember 2013 | 13:38 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Abdi dalem berlatih karawitan di Kraton Yogyakarta, Sabtu (19/10). Latihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan gelaran
Abdi dalem berlatih karawitan di Kraton Yogyakarta, Sabtu (19/10). Latihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan gelaran "Royal Wedding" Pernikahan GKR Hayu dengan KPH Yudonegoro pada tanggal 21 hingga 23 OKtober mendatang. (Antara/Noveradika)

Jakarta - Untuk menyiapkan acara Pagelaran Agung Keraton se-Dunia atau World Royal Heritage Festival 2013, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengucurkan dana sebesar Rp 20 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk akomodasi dan transportasi para peserta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 20 miliar untuk penyelenggaraan World Heritage Festival 2013. Dana tersebut berasal dari APBD DKI 2013.

"Jadi anggaran Rp 20 miliar tersebut untuk akomodasi dan transportasi peserta. Dalam acara ini akan diikuti dari 11 kerajaan mancanegara dan 165 keraton nusantara," kata Arie dalam jumpa pers World Royal Heritage Festival 2013 di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (3/12).

Peserta akan memeriahkan pagelaran agung keraton se-dunia atau world royal heritagge festival yang diadakan oleh Pempeov DKI Jakarta. Acara perdana ini rencananya akan diadakan selama empat hari yakni 5-8 Desember 2013 dengan berbagai rangkaian.

Untuk mendukung acara berskala internasional, Disparbud akan menyulap arena taman Monumen Nasional (Monas) menjadi Kerajaan Monas. Disana akan dipasang ornamen-ornamen dan bangunan kontemporer yang mencerminkan fungsi-fungsi ruang sebuah keraton.

Tidak hanya itu, disana akan digelar pameran benda-benda kerajaan dan pusaka yang akan dipamerkan di ruang diorama Tugu Monas. Tidak hanya itu pameran juga akan memamerkan hal-hal yang berkaitan dengan kerajaan di Plaza Monas sisi Barat. Pameran akan berlangsung mulai tanggal 6-7 Desember 2013.

"Yang menarik adalah workshop pembuatan keris yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Juga akan dipamerkan juga rangkaian upaya ritual yang sudah menjadi tradisi. Selain keris juga akan diperagakan proses pembuatan gamelan, batik, dan jamu tradisional," ujarnya.

Rangkaian acara yang dijadwalkan diantaranya yakni seminar, pameran keraton, pagelaran budaya, kirab budaya, festival kuliner, serta gala dinner. Untuk pembukaan akan diadakan di Hotel Borobudur pada tanggal 5 Desember pukul 08.00. Dalam seminar yang diadakan akan merumuskan suatu deklarasi sebagai rekomendasi bagi pemerintah terkait dengan upaya perdamaian dunia melalui pendekatan kebudayaan.

Penyelenggaran kirab budaya akan diadakan di sekitar Monas. Rute yang dilintasi yakni Monas sisi timur laut-Jl Medan Merdeka Utara-Jl Medan Merdeka Barat-Jl Medan Merdeka Selatan dan kebali ke area Monas melalui pintu tenggara.

"Kirab budaya ini akan diikuti oleh 30 kerata kendana dan dokar. Selain itu sebanyak 500 peserta akan jalan kaki yang terdiri dari pasukan kerajaan dan atraksi seni budaya nusantara. Bahkan para peserta raja dan permaisuri akan menggunakan baju kebesarannya masing-masing dan mengikuti kirab tersebut," jelas mantan Kepala Biro Humas DKI.

Ketua Forum Silat Keraton Nusantara, KPH Adipati Joyonagoro mengatakan gelaran ini akan menjadi wadah untuk mengenalkan kembali sejarah keraton. Sehingga masyarakat bisa diingatkan kembali dan tidak melupakan sejarahnya.

"Misi kami untuk mengenalkan kembali sejarah. Kita ini dulu negara bernama keraton yg melebur diri menjadi NKRI. Dan sumbangsih kami masih relevan sebagai sumber adat budaya lahirkan etika tata krama kearifan," paparnya

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon