Disparbud Kucurkan Anggaran Perawatan Bus Wisata Rp 4,5 Miliar
Rabu, 19 Februari 2014 | 14:33 WIB
Jakarta - Supaya bus tingkat wisata City Tour Jakarta tidak cepat rusak dan dapat beroperasi sampai 10 tahun ke depan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mengucurkan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar sepanjang tahun 2014 ini.
Anggaran tersebut khusus digunakan untuk pemeliharaan dan perawatan lima unit bus tingkat wisata. Juga termasuk gaji 12 sopir bus tingkat wisata, pemandu wisata, serta biaya operasional bus, seperti pengisian bahan bakar solar.
Kepala Disparbud DKI Jakarta Arie Budhiman mengharapkan, dengan adanya anggaran tersebut, bus tingkat wisata dapat beroperasi dengan baik, terhindar dari percepatan kerusakan atau karatan.
"Kita siapkan Rp 4,5 miliar untuk biaya perawatan dan operasional bus. Dengan anggaran ini kami yakin bisa memelihara bus dengan baik agar selalu beroperasi dalam kondisi prima. Karena keselamatan dan kenyamanan penumpang adalah nomor satu," kata Arie, Rabu (19/2).
Bus tingkat wisata akan beroperasi setiap hari, mulai pukul 09.00-21.00 WIB. Untuk sopir bus yang berjenis kelamin perempuan akan bekerja dalam dua shift, pertama pukul 09.00-15.00 WIB dan kedua pukul 15.00-21.00 WIB.
"Memang sengaja kita siapkan dua shift agar sopirnya tetap fit dalam mengemudikan bus. Saya kira enam jam sudah cukup melelahkan untuk mengemudi bus besar ini," ujarnya.
Untuk perawatan dan pemeliharaan bus, Disparbud akan bekerja sama dengan beberapa bus operator yang biasa menangani bus-bus wisata. Karena mereka sudah terbiasa merawat dan memelihara bus wisata agar selalu berada dalam kondisi baik.
"Pemeliharaan kita kerjasama dengan operator bus yang sudah biasa menangani bus pariwisata. Namanya tidak perlu disebutkanlah, nanti disangka beriklan, lagi," tutur mantan Kepala Biro Humas DKI ini.
Sejak Selasa (18/2) dilakukan uji coba bus tingkat wisata hingga Minggu (23/2). Kemudian pada pekan depan, atau Senin (24/2) bus baru dioperasikan untuk umum secara gratis. Rute yang ditempuh mulai dari Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Sarinah-Museum Nasional-Halte Santa Maria-Pasar Baru-Gedung Kesenian Jakarta-Masjid Istiqlal-Istana Merdek-Monas-Balaikota-Sarinah, dan kembali ke Bundaran HI. Nantinya bus akan berhenti di setiap halte untuk mengangkut dan menurunkan penumpang.
Untuk tiga bulan pertama, untuk dapat naik bus ini tidak menggunakan tiket. Siapapun dipersilakan naik bus wisata tersebut secara gratis. Selanjutnya tiket akan disebar di hotel-hotel.
"Meski digratiskan, kami tetap akan melakukan evaluasi secara berkala mengingat perilaku masyarakat yang belum tertib. Kalau tertib akan terus digratiskan. Tetapi kalau tidak tertib, kami akan memikirkan untuk mencabut kebijakan gratisnya," tegas Arie.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




