Berani Kunjungi Xinjiang, Turis Diberi Rp 1 juta
Rabu, 28 Mei 2014 | 13:27 WIB
Beijing - Setelah adanya berbagai serangan teroris di Xinjiang, pemerintah setempat menawarkan 500 yuan atau hampir Rp 1 juta jika turis mau mengunjungi wilayah yang sedang bermasalah itu.
Pemerintah Xinjiang sepakat menyetujui pembayaran tersebut setelah serangkaian serangan teror menghantam sektor bisnis dan turisme di wilayah paling barat Tiongkok.
Jumlah turis anjlok sebesar 40 persen dibandingkan tahun lalu, stasiun radio pemerintah Tiongkok, China Radio International, melaporkan, Selasa (27/5).
"Banyak turis yang berski dan bermain ice-skating di Xinjiang saat musim dingin. Tapi sejak serangan pisau yang mematikan di Kunming pada Maret, banyak orang yang menunda tur mereka ke Xinjiang," kata Kepala Turisme Xinjiang, Inam Nesirdi, seperti dikutip radio tersebut.
Saat merazia Xinjiang, polisi menahan puluhan tersangka teror di stadion olahraga dan juga menangkap lima terduga anggota kelompok teror lain yang diduga merencanakan serangan bom di wilayah itu.
Untuk menggenjot turisme di wilayah itu, Nesirdi meminta pemerintah regional untuk memudahkan proses aplikasi visa bagi turis yang berminat mengunjungi Xinjiang yang berbatasan dengan delapan negara.
Tidak seperti Provinsi Yunnan dan Guangxi, di mana turis domestik tanpa paspor dapat mengajukan aplikasi visa ke Vietnam, Xinjiang menutup perbatasan bagi turis domestik.
Wilayah otonomi yang besar ini memiliki banyak daya tarik wisata di Tiongkok, dan menarik jumlah turis yang besar.
Pada Tahun Baru Imlek, lebih dari satu juta turis datang wilayah itu, dan menghabiskan lebihd ari 739 juta yuan, demikian dilaporkan Xinhua pada Februari.
Pada akhir tahun lalu, lebih dari 1,5 juta pekerjaan berasal dari industri turisme, menurut Xinhua.
"Awan tidak bisa menghalangi matahari. Dan teroris tidak mempresentasikan satu kelompok etnis," kata Nesirdi.
"Tidak ada satupun turis yang terluka (dalam serangan teroris) saat berkunjung ke wilayah itu," tambahnya.
Dua bom bunuh diri mengguncang Urumqi, ibukota Xinjiang, kurang dari sebulan. Minggu lalu, lima bom bunuh diri meledakkan dua kendaraan off-road ke tengah kerumunan orang di jalan dekat pasar sebelum mereka melemparkan bom ke luar dari jendela mobil, menewaskan 39 orang dan melukai 94 orang.
Pada akhir April, satu pejalan kaki tewas dan 79 luka-luka dalam serangan bom dan pisau di stasiun kereta Xinjiang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




