Debat Capres
Jokowi: Kontrak Sumber Daya Alam Harus Memihak Kemakmuran Rakyat
Senin, 16 Juni 2014 | 04:28 WIB
Jakarta - Isu kontrak pertambangan dan migas selalu menjadi isu yang seksi bagi politisi. Isu itupun dipertanyakan capres Prabowo Subianto kepada Capres Joko Widodo. Sebab menurut Prabowo, banyak kontrak migas yang memang bermasalah.
Menjawab itu, Jokowi memilih untuk tak mempermasalahkan cawapres Prabowo, Hatta Radjasa, yang merupakan mantan Menko Perekonomian yang banyak mengurusi kontrak semacam PT.Freeport. Jokowi justru menyatakan bahwa semua pihak harus menghormati semua kontrak yang tak bisa langsung diambil alih.
Bagi Jokowi, penghormatan atas kontrak itu merupakan bagian dari pembangunan kepercayaan atas investasi di Indonesia.
"Tapi nantinya kalau kontrak habis, kita akan hitung kembali. Kalau menguntungkan, kita ambil. Apakah yang ambil BUMN atau bekerjasama, silahkan. Yang paling penting, kekayaan alam sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat," jelas Jokowi di Jakarta, Minggu (15/6) malam.
Yang penting, lanjutnya, perlu dikalkulasi apakah kerjasama itu menguntungkan rakyat atau tidak.
Prabowo menanggapi, bagaimana kontrak yang sangat merugikan tapi jangkanya masih sangat panjang?
Menjawab itu, Jokowi menyatakan bahwa hal itu sangat tergantung kontraknya. Kalau di kontrak ada poin serta peluang renegosiasi, pasti Pemerintahan Jokowi-JK akan melakukannya.
"Kalau di kontrak dikatakan kita bisa beli sekarang, kalau ada kemampuan dan hitungannya menguntungkan, beli saja sekarang. Tapi kalau di kontrak tak ada klausul renegosiasi, ya harus dihormati," jawab Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




