63% Pelajar Jakarta Tidak Bugar
Jumat, 3 Oktober 2014 | 13:28 WIB
Jakarta - Survei yang dilakukan pada beberapa SMP dan SMA di Jakarta memunculkan fakta yang kurang menggembirakan. Ditemukan, lebih dari setengah pelajar di Jakarta kurang melakukan aktivitas fisik. Demikian hasil penelitian Dr Andi Kurniawan, SpKO, yang dipaparkan pada Jumat (3/10) pagi di SMPN 11 Jakarta Selatan.
"Dari hasil penelitian di tingkat global, sedentarism (kurang aktivitas fisik) menduduki peringkat keempat penyebab kematian. Kami mengambil sampel 50 siswa di tiap sekolah untuk dites kebugarannya. Hasilnya, sebanyak 36 persen tergolong obesitas, dan 63 persennya tidak bugar," kata Andi yang juga dokter tim klub basket Satria Muda Britama.
Parameter obesitas adalah massa indeks tubuh, lemak tubuh, lemak perut, tinggi badan, usia, dan berat badan. Sedangkan kebugaran diukur dari hasil beep test, tes kelenturan, dan tes kekuatan.
Untuk remaja standarnya adalah punya VO2max 32 atau bisa menyelesaikan level 6 untuk laki-laki dan level 5 untuk perempuan.
Temuan lain, 70 persen remaja itu menonton TV selama lebih dari dua jam tiap harinya. Hanya 28 persen yang mengikuti ekstrakurikuler atau klub olahraga. Gawai digital juga punya pengaruh.
"Dulu kalau jam istirahat, siswa main gobak sodor, basket, atau yang lain. Tetapi sekarang lebih banyak siswa yang memegang gadget sendiri. Jarang yang beraktivitas fisik. Padahal untuk remaja mereka perlu berolahraga selama 60 menit tiap hari. Tidak cuma tiga kali seminggu," tutur Andi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




