Apabila Kabinet Jokowi Mengambil Kebijakan Ini, Maka Pro Daerah
Jumat, 24 Oktober 2014 | 18:51 WIB
Jakarta - Pembangunan nasional juga berarti pembangunan daerah. Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan gagal kalau pembangunannya hanya bertumpu di pusat saja.
Menurut anggota DPR Fraksi PKS, Agus Purnomo, kabinet Jokowi akan nampak pro daerah apabila kebijakannya sebagai berikut.
Pertama, merevisi Undang-undang perimbangan keuangan pusat dan daerah. Jokowi harus berani mengubah skema dengan lebih menitikan keuangan berputar di daerah. Misalnya, selama ini pajak perorangan, kata Agus, langsung naik ke pusat. Sedangkan daerah hanya mendapatkan bagi hasil dari sewa tanah.
"Apakah pajak perorangan tetap naik ke pusat? Misalnya Bekasi kena limbahnya, tetapi pajak buruh semuanya ke pusat. Tidak ada untuk Bekasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (24/10).
Selain itu, terkait postur kabinet. Kalau kabinet Jokowi cukup besar belanja modalnya untuk daerah, kabinet ini bisa dikatakan pro daerah. Misalnya anggaran untuk kementerian pedesaan cukup besar dibanding anggaran kementerian lain yang bersifat nasional.
Terakhir adalah bagaimana menteri keuangannya. Menteri keuangan akan menentukan UU desa dan rumus bagi hasil. "Kalau menteri keuangan tidak oke, itu macet semua," imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




