Ahok Kaget Anggaran Disparbud DKI Capai Rp 1,2 Triliun

Jumat, 19 Desember 2014 | 16:37 WIB
LT
FH
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FER
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama marbot (pengurus masjid) sebelum keberangkatan umroh, Selasa (16/12).
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama marbot (pengurus masjid) sebelum keberangkatan umroh, Selasa (16/12). (Suara Pembaruan/Deti Mega P)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menyatakan kaget melihat anggaran yang diajukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta pada tahun anggaran 2015 mencapai Rp 1,2 triliun.

Dilihat dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang dilakukan Disparbud DKI Jakarta, anggaran tersebut nilainya terlalu fantastis untuk membiayai program Disparbud sepanjang tahun 2015.

"Coba sekarang saya tanya, anggaran Rp 1,2 triliun ini buat apa saja, untuk apa?," kata Ahok seusai mendengarkan paparan dari Disparbud DKI di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (19/12).

Dia sendiri mempertanyakan anggaran yang cukup besar untuk mencetak brosur terkait pariwisata di Jakarta. Pasalnya, dirinya juga tidak pernah melihat brosur-brosur tentang destinasi wisata di Jakarta tersebut.

Lebih herannya lagi, kata Ahok, ketika melihat adanya anggaran promosi ke luar negeri yang cukup besar. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pihak swasta atau travel agent ke luar negeri.

"Kenapa swasta juga kamu biayain buat promosi ke luar negeri? Seperti cetak brosur. Pernah nggak kamu lihat brosur-brous di Jakarta," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur menegaskan perlu dilakukan efisiensi kegiatan yang dilakukan Disparbud dalam tahun 2015. Sebab, selama ini dia melihat dinas ini beberapa kali menyelenggarakan berbagai acara dengan tema yang sama. Hanya saja, nama kegiatannya yang berbeda, tetapi tujuan dan manfaatnya sama.

"Ini hanya menghabiskan anggaran saja. Pokoknya saya potong saja. Misalnya kalau ada kegiatan sosialisasi sejenis ya digabung saja," tukasnya.

Salah satu program tahun 2014 yang sudah dipangkas adalah penyelenggaraan acara fashion yang mirip kegiatan Jakarta Fashion Week yang kerap digelar Disparbud disetiap bulan Desember. Disparbud DKI menganggarkan Rp 3 miliar untuk menyelenggarakan acara tersebut. Padahal, penyelenggaraan Jakarta Fashion Week sudah baik dan Pemprov DKI dapat berpartisipasi di sana.

Lebih baik, lanjutnya, anggaran Rp 3 miliar itu diberikan kepada pihak swasta, misalnya Femina Group untuk melatih desainer muda Jakarta sepanjang satu tahun.

"Uangnya juga masih lebih kalau untuk pelatihan desainer daripada mengadakan pameran terus bubaran. Ini duitnya ada Rp 3 miliar mau bikin (acara) tandingan yang mirip-mirip itu (Jakarta Fashion Week), ngapain? Artinya apa, ya mau habisin anggaran saja, (kegiatan) ini yang mesti dilock (dikunci)," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI telah memangkas anggaran Disparbud dalam Rancangan APBD DKI 2015 dari Rp 1,2 triliun menjadi sekitar Rp 650 miliar.

"Iya sudah kita pangkas hampir setengahnya. Jadi Rp 650 miliar dari Rp 1,2 triliun. Karena banyak kegiatan yang mirip-mirip dalam anggarannya Disparbud. Jadi yang mirip-mirip kita pangkas saja," ungkap Heru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon