Minum Alkohol Akibatkan Kualitas Tidur Buruk
Sabtu, 17 Januari 2015 | 09:03 WIBBeberapa orang minum sedikit alkohol sebelum tidur agar bisa tidur lebih baik. Namun, ternyata alkohol sebenarnya memiliki efek sebaliknya terhadap kualitas tidur.
Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan di University of Melbourne. Para peneliti melakukan penelitian dengan melibatkan 12 pria dan 12 wanita berusia 18-21 tahun. Mereka dibagi dalam dua kelompok yaitu satu kelompok yang minum alkohol sebelum tidur sedangkan kelompok lainnya mengonsumsi obat yang tidak berbahaya.
Para peserta lantas mengonsumsi rata-rata tujuh kali minum alkohol per minggu dalam waktu 30 hari terakhir.
Kedua kelompok kemudian menjalani polisomnografi standar dengan rekaman EEG komprehensif untuk menilai kualitas tidur mereka.
Hasil analisis menunjukkan mereka yang minum alkohol sebelum tidur mengalami peningkatan slow wave sleep (SWS) atau tidur nyenyak, selama non-rapid eye movement (NREM) atau pada 5 hingga 15 menit pertama tidur. Namun, peneliti mengamati bahwa kekuatan alpha frontal, keadaan otak yang ditandai dengan kesadaran rendah, juga meningkat secara bersamaan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa alkohol membantu orang tertidur lebih cepat, namun mengakibatkan gangguan tidur yang menyebabkan kualitas tidur buruk.
"Orang-orang cenderung fokus pada sifat obat penenang dari alkohol, yang tercermin dalam waktu tertidur yang lebih cepat, terutama pada orang dewasa, bukan gangguan tidur yang kemudian muncul di malam hari," kata Christian L. Nicholas, dari National Health & Medical Research Council Peter Doherty Research Fellow di Sleep Research Laboratory, University of Melbourne, dalam siaran pers.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan alkohol dengan kualitas tidur yang buruk hingga mengakibatkan penurunan kinerja dan kewaspadaan di siang hari, memori dan kemampuan kognitif yang buruk serta stres.
Nicholas mengingatkan, orang tidak boleh tergantung alkohol untuk bisa tertidur.
"Pesan yang ingin disampaikan dari penelitian ini yaitu alkohol sebenarnya tidak membantu tidur yang baik meski kelihatannya itu membantu membuat Anda cepat tertidur. Kenyataannya, kualitas tidur yang Anda dapatkan secara signifikan terganggu dan berubah," katanya.
Penelitian dipublikasikan di Alcoholism: Clinical & Experimental Research edisi 16 Januari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




