Pelita Jaya Bawa Kasus Diego ke Meja Hijau
Senin, 2 Januari 2012 | 18:43 WIB
Disinyalir surat pengunduran diri sudah disiapkan oleh penanggungjawab timnas, Bernard Limbong.
Menyikapi kasus pengunduran diri Diego Michiels, Pelita Jaya siap mengambil sikap tegas. Klub milik keluarga Bakrie ini siap menuntut aktor intelektual yang telah mengintimidasi Diego ke pengadilan.
Kasus ini mencuat setelah Diego menyerahkan surat pengunduran diri ke klubnya pada 28 Desember lalu. Dalam perbincangan dengan ketua umum Pelita Jaya, Gunawan Tamsir, Diego dikabarkan menyebutkan bahwa surat pengunduran dirinya sudah disiapkan oleh penanggungjawab timnas, Bernard Limbong.
Pelita Jaya kemudian membawa kasus ini kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), yang saat ini mengklaim sebagai pelaksana tugas harian PSSI.
Pada konferensi pers, manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa memperlihatkan surat pengunduran diri Diego. Dalam surat tersebut tertera bahwa surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus, Ketua Komisi Disiplin Bernard Limbong, dan koordinator timnas Bob Hippy.
"Dalam kontrak kami dengan Diego tertera bahwa kontrak hanya bisa diputus jika berakhir atau disepakati oleh kedua belah pihak. Surat pengunduran diri ini juga ditembuskan kepada pihak lain. Ini menunjukkan intimidasi kepada Diego. Dia mengadakan kontrak dengan kami, bukan dengan PSSI," tegas Lalu Mara, hari ini.
"Kami akan melaporkan hal ini ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan kami juga sudah menunjuk pengacara yang akan memformulasikan kasus ini menjadi delik pidana. Untuk Bernard Limbong, kami akan melaporkan ke komisi I DPR dan Panglima TNI," lanjutnya.
Sebelumnya, dikabarkan bahwa pemain naturalisasi yang bergabung dengan Pelita Jaya, termasuk Diego, Greg Nwokolo, dan Victor Igbonefo, dihubungi dan diajak bertemu oleh Limbong. Namun, hanya Diego yang memenuhi panggilan tersebut. Usai pertemuan, Diego dikabarkan tidak muncul saat latihan dan kemudian menyerahkan surat pengunduran diri.
Meski akan mengambil tindakan hukum pada Limbong dan tiga orang lain yang mendapat tembusan surat pengunduran diri, Lalu Mara mengatakan bahwa pihak klub masih memberi waktu pada Diego untuk berpikir ulang.
KPSI sendiri akan membantu Pelita Jaya dengan mengadukan kasus ini kepada AFC dan FIFA.
"Kontrak adalah perjanjian yang mengikat antara dua belah pihak dan tidak ada pihak yang boleh tahu tentang isi perjanjian tersebut kecuali disebutkan dalam kontrak. Sangat tidak lazim kontrak antara dua pihak ditembuskan kepada pihak lain. KPSI akan melaporan keempat orang ini kepada AFC untuk diinvestigasi," ujar Sekretaris Jenderal KPSI Hinca Panjaitan.
Menyikapi kasus pengunduran diri Diego Michiels, Pelita Jaya siap mengambil sikap tegas. Klub milik keluarga Bakrie ini siap menuntut aktor intelektual yang telah mengintimidasi Diego ke pengadilan.
Kasus ini mencuat setelah Diego menyerahkan surat pengunduran diri ke klubnya pada 28 Desember lalu. Dalam perbincangan dengan ketua umum Pelita Jaya, Gunawan Tamsir, Diego dikabarkan menyebutkan bahwa surat pengunduran dirinya sudah disiapkan oleh penanggungjawab timnas, Bernard Limbong.
Pelita Jaya kemudian membawa kasus ini kepada Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI), yang saat ini mengklaim sebagai pelaksana tugas harian PSSI.
Pada konferensi pers, manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satriawangsa memperlihatkan surat pengunduran diri Diego. Dalam surat tersebut tertera bahwa surat tersebut juga ditembuskan kepada Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus, Ketua Komisi Disiplin Bernard Limbong, dan koordinator timnas Bob Hippy.
"Dalam kontrak kami dengan Diego tertera bahwa kontrak hanya bisa diputus jika berakhir atau disepakati oleh kedua belah pihak. Surat pengunduran diri ini juga ditembuskan kepada pihak lain. Ini menunjukkan intimidasi kepada Diego. Dia mengadakan kontrak dengan kami, bukan dengan PSSI," tegas Lalu Mara, hari ini.
"Kami akan melaporkan hal ini ke Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan kami juga sudah menunjuk pengacara yang akan memformulasikan kasus ini menjadi delik pidana. Untuk Bernard Limbong, kami akan melaporkan ke komisi I DPR dan Panglima TNI," lanjutnya.
Sebelumnya, dikabarkan bahwa pemain naturalisasi yang bergabung dengan Pelita Jaya, termasuk Diego, Greg Nwokolo, dan Victor Igbonefo, dihubungi dan diajak bertemu oleh Limbong. Namun, hanya Diego yang memenuhi panggilan tersebut. Usai pertemuan, Diego dikabarkan tidak muncul saat latihan dan kemudian menyerahkan surat pengunduran diri.
Meski akan mengambil tindakan hukum pada Limbong dan tiga orang lain yang mendapat tembusan surat pengunduran diri, Lalu Mara mengatakan bahwa pihak klub masih memberi waktu pada Diego untuk berpikir ulang.
KPSI sendiri akan membantu Pelita Jaya dengan mengadukan kasus ini kepada AFC dan FIFA.
"Kontrak adalah perjanjian yang mengikat antara dua belah pihak dan tidak ada pihak yang boleh tahu tentang isi perjanjian tersebut kecuali disebutkan dalam kontrak. Sangat tidak lazim kontrak antara dua pihak ditembuskan kepada pihak lain. KPSI akan melaporan keempat orang ini kepada AFC untuk diinvestigasi," ujar Sekretaris Jenderal KPSI Hinca Panjaitan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




