Kurang Aktivitas Fisik di Luar, Banyak Anak Indonesia Kekurangan Vitamin D

Jumat, 23 Januari 2015 | 14:28 WIB
H
B
Penulis: Herman | Editor: B1
Anak-anak jalanan memakai peralatan seadanya saat seleksi Street Child World Cup 2014. Tampak anak-anak perempuan ini memakai sepatu kanvas.
Anak-anak jalanan memakai peralatan seadanya saat seleksi Street Child World Cup 2014. Tampak anak-anak perempuan ini memakai sepatu kanvas. (Beritasatu.com/Shesar Andriawan)

Jakarta - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia masih mengalami kekurangan vitamin D. Salah satu penyebabnya karena kurang aktivitas fisik yang dilakukan di luar ruangan.

Hal itu didapatkan berdasarkan hasil penelitian South East Asean Nutrition Survey (Seanuts) yang menyebutkan vitamin D di bawah 50nmol/L pada anak Indonesia usia 24-59 bulan sebesar 41,4 persen, sedangkan pada usia 5-12 tahun sebesar 46,7 persen.

"Penelitian ini mengungkapkan adanya hubungan aktivitas fisik dengan kadar vitamin D. Semakin jarang dia melakukan aktivitas fisik di luar ruangan dan langsung terpapar sinar matahari, kadar vitamin D dalam tubuhnya juga semakin rendah," kata peneliti dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Fitrah Ernawati di Jakarta, Jumat (23/1).

Dijelaskan Fitrah, sinar matahari merupakan salah satu faktor pengolah vitamin D agar terserap dengan baik di dalam tubuh.

Menurutnya, kegiatan luar ruangan yang langsung berhadapan dengan sinar matahari akan membantu proses pembentukan vitamin D lebih baik.

"Belakangan ini banyak anak-anak yang lebih memilih bermain game di dalam rumah ketimbang melakukan aktivitas fisik di luar ruangan. Padahal pemenuhan vitamin D yang seimbang sangat penting untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik anak dan menjaga sistem kekebalan tubuhnya," terang dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon