PBFC Nyatakan Kompetisi Tanpa Payung PSSI Adalah Tarkam

Selasa, 5 Mei 2015 | 17:36 WIB
B
IC
Penulis: BeritaSatu | Editor: CAH
Pemain Pusamania Borneo ketika sedang berlatih.
Pemain Pusamania Borneo ketika sedang berlatih. (Istimewa)

Jakarta - General Manager (GM), Pusamania Borneo FC (PBFC) Aidil Fitri menegaskan bahwa kompetisi di bawah PSSI saja yang bisa diputar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dia menyebut kompetisi yang digelar tanpa payung PSSI adalah tarkam.

Seperti diketahui, Sabtu (2/5) lalu, PSSI lewat rapat Komite Eksekutif menghentikan semua kompetisi termasuk QNB League 2015 karena PSSI dalam posisi force majeure. Hal ini disebabkan karena Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang melakukan pembekuan PSSI pada tanggal 17 April, dan Menpora mengirimkan surat kepada Kapolri untuk tidak memberikan izin berjalannya kompetisi.

"Kami tegaskan tidak memihak kepada Menpora. Kita ingin hanya ingin kompetisi dijalankan sesuai dengan aturan yang ada yaitu kompetisi di bawah PSSI," tegas Aidil, Selasa (5/5).

"Kami juga ingin Menpora cabut dulu itu pembekuan terhadap PSSI. Bukan arti kata saya datang ke Menpora lalu mendukung, oh tidak begitu. Tim PBFC ini ambil posisi di tengah-tengah untuk menyelamatkan sepakbola Indonesia, untuk selamatkan 18 klub ISL, untuk menyelamatkan agar tidak di sanksi FIFA," lanjutnya.

Aidil mengaku jika pembekuan benar-benar dicabut dan kompetisi bisa kembali dijalankan oleh PSSI, barulah kerugian yang kini dialami klub bisa dikurangi. Karena biar bagaimana pun, tambah Aidil, hanya PSSI sebagai organisasi sepa bola tertinggi Tanah Air yang berhak memutar roda kompetisi.

"Langkah-langkah yang harus dilakukan Menpora jika ingin menyelamatkan klub adalah, Menpora harus akui dulu PSSI dan cabut dulu pembekuan. Setelah itu baru putarkan kompetisi (di bawah PSSI), itu baru namanya menyelamatkan klub dari berbagai masalah yang kini terjadi," ungkap Aidil.

"Selain itu, jika Menpora ngotot menjalankan kompetisi di bawah mereka atau saya dengan di bawah tim transisi, itu arahnya kemana? Apakah diakui oleh FIFA? Saya yakin kompetisi akhirnya tidak akan jelas. Malahan yang ada, sanksi dari FIFA yang akan diterima sepak bola Indonesia," jelasnya.

Aidil juga mempertanyakan langkah Menpora yang ingin menggulirkan kompetisi tanpa melibatkan PSSI. Aidil pun memberikan pertanyaan mendasar soal rencana tersebut. Yaitu dari mana Menpora menyiapkan perangkat pertandingan di seluruh Tanah Air jika tidak melibatkan PSSI.

"Yang jelas kami ingin kompetisi dijalankan. Dan saya dengar Menpora ingin jalankan kompetisi dan berjanji tidak akan mengorbankan klub. Tapi yang saya tanyakan kembali adalah, jika Menpora ingin jalankan kompetisi, wasit dari mana? Perangkat pertandingan dari mana? Karena itu semua adanya di PSSI," papar Aidil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon