Anton Ferdinand Dapatkan Ancaman Peluru
Sabtu, 28 Januari 2012 | 06:18 WIB
Bek Queens Park Rangers Anton Ferdinand diyakini mendapatkan ancaman berupa peluru dalam surat menjelang laga Piala FA antara QPR melawan Chelsea.
Insiden ini terjadi kurang dari 24 jam sebelum laga yang diprediksi bakal berjalan dengan sengit.
"Kami tengah menyelidiki adanya dugaan ancaman yang diterima klub sepak bola QPR. Petugas dari Hammersmith dan Fulham tengah melakukan penyelidikan kasus ini," demikian pernyataan dari juru bicara Scotland Yard.
Paket surat itu diyakini berisi peluru shot gun serta ancaman pembunuhan.
Sebaliknya Ferdinand sudah mengantisipasi ancaman keamanan yang diterimanya. Setelah diduga mendapatkan penghinaan bersifat rasis dari bek Chelsea John Terry, 23 Oktober silam, adik kandung Rio Ferdinand itu telah mengeluarkan dana 30 ribu poundsterling (Rp421,15 juta) untuk biaya keamanan tambahan.
Ferdinand telah menerima ancaman pembunuhan, November lalu dan sejak saat itu bek berumur 26 itu sudah memperbaiki sistem keamanan di kediamannya.
Di bawah pengawasan polisi, Ferdinand memperluas jangkauan kamera keamanan (CCTV), memasang kamera tambahan, bahkan menyewa petugas keamanan dari biro keamanan swasta yang didirikan mantan anggota Angkatan Darat Inggris.
Insiden ini terjadi kurang dari 24 jam sebelum laga yang diprediksi bakal berjalan dengan sengit.
"Kami tengah menyelidiki adanya dugaan ancaman yang diterima klub sepak bola QPR. Petugas dari Hammersmith dan Fulham tengah melakukan penyelidikan kasus ini," demikian pernyataan dari juru bicara Scotland Yard.
Paket surat itu diyakini berisi peluru shot gun serta ancaman pembunuhan.
Sebaliknya Ferdinand sudah mengantisipasi ancaman keamanan yang diterimanya. Setelah diduga mendapatkan penghinaan bersifat rasis dari bek Chelsea John Terry, 23 Oktober silam, adik kandung Rio Ferdinand itu telah mengeluarkan dana 30 ribu poundsterling (Rp421,15 juta) untuk biaya keamanan tambahan.
Ferdinand telah menerima ancaman pembunuhan, November lalu dan sejak saat itu bek berumur 26 itu sudah memperbaiki sistem keamanan di kediamannya.
Di bawah pengawasan polisi, Ferdinand memperluas jangkauan kamera keamanan (CCTV), memasang kamera tambahan, bahkan menyewa petugas keamanan dari biro keamanan swasta yang didirikan mantan anggota Angkatan Darat Inggris.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




