Balitbangkes Teliti Resistensi Nyamuk Terhadap Insektisida

Jumat, 26 Juni 2015 | 21:50 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Nyamuk aedes aegypti penular virus dengue penyebab DBD.
Nyamuk aedes aegypti penular virus dengue penyebab DBD. (Ist/Ist)

Jakarta - Badan Penelitian dan Pengembanan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan saat ini tengah melakukan penelitian resistensi (kekebalan) nyamuk Aedes terhadap insektisida.

Kepala Balitbangkes, Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, dalam penelitian tersebut dikumpulkan minimal 244.800 ‎jentik nyamuk untuk seluruh propinsi di Indonesia. Lalu di beberapa Laboratorium Balitbangkes di beberapa kota di Indonesia dikembangbiakkan jentik untuk menjadi nyamuk dewasa sampai turunan ke satu, yang diperkirakan akan menjadi 12.240.000 telur nyamuk. Bila diperlukan, selanjutnya juga dapat dibiakkan sekali lagi menjadi turunan ke dua.

"Seluruh laboratorium kami sudah memenuhi persyaratan sebagai insektarium untuk pemeliharaan nyamuk.‎ Sebagian nyamuk dan jentik ini kemudia‎n akan diuji kepekaannya terhadap lima jenis insektida yang biasa digunakan di Indonesia," ujar Prof. Tjandra Yoga, di Jakarta, Jum'at (26/6).

Melalui hasil penelitian tersebut, nantinya akan didapatkan insektisida mana yang tidak mempan lagi membunuh nyamuk, sehingga ke depannya tidak digunakan lagi untuk pengendalian nyamuk di Indonesia.

"Hasil akhir penelitian, akan didapat pada akhir tahun ini," ungkap Prof. Tjandra.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon