UNFPA: Perempuan Rawan Kekerasan Seksual Saat Bencana Alam
Senin, 6 Juli 2015 | 19:27 WIB
Jakarta - Sekitar 10 persen dari masyarakat di Indonesia rentan terhadap bencana. Namun, perempuan, anak kecil dan remaja adalah golongan yang membutuhkan perhatian lebih.
Jose Ferraris selaku perwakilan Kepala United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia menjelaskan bahwa kondisi perempuan, anak kecil dan remaja sangat rentan ketika bencana alam datang.
"Perempuan yang menjadi perhatian tinggi ketika bencana alam adalah perempuan hamil, perempuan yang akan melahirkan, perempuan yang sedang menyusui dan anak-anak perempuan," terang Jose dalam konferensi pers yang diadakan oleh United Nations Population Fund (UNFPA) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Senin, (6/7).
Selain itu, perempuan beresiko tinggi terhadap eksploitasi dan kekerasan seksual ketika bencana alam tiba.
Anggraini Sariastuti, salah satu perwakilan dari remaja yang pernah menjadi relawan saat gempa di Yogyakarta pada tahun 2006 menjelaskan keprihatinnya dengan keadaan korban, terutama perempuan.
"Ketika saya menjadi relawan di Yogyakarta pada tahun 2006, saya bertemu dengan beberapa korban perempuan yang depresi. Ia menjadi korban kekerasan seksual di pengungsian," jelasnya di konferensi pers.
Karenanya, UNFPA ingin meningkatkan perlindungan lebih kepada perempuan termasuk kebutuhan dasar di pengungsian seperti pembalut, pakaian dalam bersih dan sebagainya.
"Masyarakat rentan akan mendapatkan pelayanan berbeda dengan masyarakat umumnya. Adanya penanganan tertentu untuk masyarakat rentan," jelas Jose.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




