Tokoh Agama Papua: Doakan Perdamaian bagi Kami di Bumi Cenderawasih

Senin, 20 Juli 2015 | 11:46 WIB
RI
B
Penulis: Robert Isidorus | Editor: B1
Massa membakar kios dan rumah penduduk di Kabupaten Tolikara, Papua, 17 Juli 2015
Massa membakar kios dan rumah penduduk di Kabupaten Tolikara, Papua, 17 Juli 2015 (Istimewa)

Jayapura - Insiden kericuhan di Tolikara, Papua, yang terjadi pada Hari Idul Fitri, Jumat (17/7) lalu, memunculkan banyak reaksi dan tanggapan dari seantero nusantara.

"Kami menghargai semua tanggapan ini, karena hal ini memperlihatkan adanya perhatian dan simpati yang luar biasa terhadap kehidupan umat beragama di Tanah Papua," ujar rohaniawan Katolik Pater Neles Tebay yang juga Ketua Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur di Abepura dan Koordinator Jaringan Damai Papua kepada SP, Senin (20/7) pagi.

Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh semua pihak, Neles Tebay mengharapkan masyarakat Indonesia mendoakan keselamatan dan perdamaian bagi semua penduduk di Kabupaten Tolikara dan di seluruh Tanah Papua.

"Semoga kami, masyarakat Papua, tidak dipisah-pisahkan dalam doamu. Biarlah kami senantiasa dipersatukan dalam doamu. Tidak ada pihak yang bergembira atas penderitaan sesama kami di Tolikara. Kami semua prihatin dan menyesali atas peristiwa ini. Maka doakanlah keselamatan dan perdamaian bagi kami semua yang hidup Bumi Cenderawasih ini," ujarnya.

Selain itu, Neles berharap agar masyarakat Papua tetap mengarahkan seluruh perhatian pada satu titik atau visi yang sama yakni Papua tanah damai.

"Karena kami tahu bahwa perdamaian tidak akan tercipta sendiri. Perdamaian menuntut kerja cerdas dan keterlibatan dari semua pihak, baik secara individu maupun secara kolektif," katanya.

"Oleh sebab itu, doakan kami, agar kami selaku warga Papua senantiasa memelihara persekutuan dan persaudaraan yang sudah lama kami alami, serta dapat memperjuangkan perdamaian secara bersama melalui doa, dialog, dan kerja cerdas," sambungnya.

Masyarakat juga diharapkan mendukung pihak Kepolisian dan Komnas HAM melakukan investigasi di Tolikara untuk menemukan fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan pada 17 Juli silam.

"Dan semoga investigasi ini dapat memperjelas, apakah musala itu dibakar atau terbakar? Kalau dibakar, siapa pelakunya dan apa motivasi dan tujuan dari pembakaran terhadap musala tersebut? Apa penyebab utama yang mendorong pembakaran kios dan rumah? Apa penyebab dari penembakan yang dilakukan terhadap warga sipil?" katanya.

Menurutnya, kebenaran informasi yang disampaikan Polri dan Komnas HAM sangat penting dan berguna karena dengan informasi yang benarlah hal itu bisa membantu masyarakat melihat masalah secara jernih dan memperoleh pemahaman yang benar tentang peristiwa Tolikara.

"Hal ini akan membantu kami untuk secara bersama membangun perdamaian yang diidamkan oleh setiap dan semua orang, bukan hanya di Tolikara tetapi di seluruh Tanah Papua," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon