Puti Guntur Soekarno: Rakyat Indonesia Akan Kuat Hadapi Segala Tantangan

Minggu, 30 Agustus 2015 | 15:57 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Puti Guntur Soekarno
Puti Guntur Soekarno (Beritasatu.com)

Jakarta-Yayasan Bung Karno bekerja sama dengan PARA Syndicate menyelenggarakan syukuran 70 Tahun Indonesia Merdeka di Monumen Kebulatan Tekad di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.

Hadir dalam acara itu, antara lain cucu Bung Karno, Puti Guntur Soekarno, staf khusus Presiden bidang komunikasi Sukardi Rinakit, politikus senior PDI Perjuangan Heri Achmadi, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, tokoh agama, dan tokoh masyarakat, juga beberapa perwakilan ormas.

Dalam pidato politiknya, Puti Guntur Soekarno menyatakan bahwa arti kemerdekaan adalah seperti yang pernah disampaikan Bung Karno, yaitu kita berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

"Hal terpenting dari refleksi kemerdekaan ini adalah kita harus hadir untuk rakyat dengan hati. Siapa pun kita. Baik presiden, pemimpin agama, kader partai, sampai ketua RT, harus bekerja untuk rakyat dengan hati. Inilah keutamaan yang diajarkan Bung Karno, Bung Hatta, dan para pendiri bangsa," tegas Puti, seperti dalam keterangannya, Minggu (30/8).

"Bangsa Indonesia harus terus mampu untuk bangkit, ditempa, bangkit, ditempa, dan bangkit lagi, sehingga kita menjadi bangsa yang kuat," tandasnya.

Dia mengatakan, sejarah membuktikan bangsa Indonesia bisa mengatasi segala tantangan dan tak mudah ditundukkan oleh kesulitan dan tantangan apa pun. Sejarah revolusi Bangsa Indonesia mengajarkan agar rakyat hadir dan memegang amanat penderitaan rakyat sebagai tugas sejarah.

"Saya terharu dan merasa mendapat kehormatan mendapat undangan syukuran peringatan 70 tahun kemerdekaan di tempat bersejarah ini" ujar Puti.

Menutup pidatonya, Puti menyampaikan bahwa sejarah adalah bagian dari zaman yang bergerak. Jika selama 70 tahun ini masih ada yang kurang, jangan mudah mengeluh.

"Itu adalah tugas sejarah masa depan kita semua. Dengan semangat yang sama dengan semangat yang dulu menyala di Rengasdengklok ini, Indonesia akan terus ada," kata dia.

"Bukan hanya dalam hitungan sewindu, bukan pula dalam hitungan 70 tahun atau 100 tahun, namun untuk selama-lamanya," tegasnya.

Menurut Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo, acara itu digagas oleh Yayasan Bung Karno bersama PARA Syndicate sebagai ungkapan syukur atas 70 tahun Kemerdekaan Indonesia. Acara itu diharapkan bisa hadir dengan dua pesan sejarah dari Rengasdengklok.

Pertama, bahwa Kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah Jepang. Kedua, bahwa Kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan rakyat bersama para pemimpin pergerakan.

"Kami mengajak generasi muda Indonesia untuk bersama-sama menciptakan sejarah Indonesia masa depan melalui refleksi sejarah Indonesia seperti pesan Bung Karno: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah," lanjut Ari.

Giat Wahyudi dari Yayasan Bung Karno menambahkan tentang arti penting Peristiwa Rengasdengklok. "Rengasdengklok menjadi pangkal perjuangan yang mendorong kemerdekaan Indonesia," lanjut Giat.

Acara ditutup dengan pemotongan tujuh tumpeng yg melambangkan syukur 70 tahun Indonesia merdeka dan pemutaran film Soekarno "Ketika Bung Karno di Ende" bersama masyarakat Rengasdengklok.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon