Buku "Pelajar Jakarta Berkarakter" Tidak Bertentangan dengan Agama

Minggu, 6 September 2015 | 17:24 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Ilustrasi buku-buku sekolah.
Ilustrasi buku-buku sekolah. (Antara)

Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan buku Program Pelajar Jakarta Berkarakter bukan buku wajib untuk pembelajaran di sekolah. Buku itu diterbitkan dengan tujuan memotivasi para peserta didik tidak melakukan tawuran dan menanamkan konsep deradikalisasi.

"Buku tidak sama sekali bertentangan dengan ajaran agama. Makanya, bacanya jangan sepotong-potong. Yang menyebarkan foto-foto itu hanya mengambil bagian yang sepotong-potong. Baca buku kan tidak bisa seperti itu," kata Arie, Minggu (6/9).

Dijelaskannya, pada bagian belakang dari buku tersebut dituangkan penjelasan mengenai isi dari buku tersebut. Inti dari buku tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran agama.

"Karena di bagian belakang foto yang disebarkan itu, ada penjelasannya. Harusnya itu juga disebarkan dong ke masyarakat. Intinya isi buku itu tidak bertentangan dengan ajaran agama. Apalagi pembina Yayasan Al Kahfi itu kan orang MUI. Jadi sudah di-endorse lah sama MUI," ungkapnya.

Seperti diketahui, isi buku ini membahas tentang teori-teori yang menentang keyakinan tentang adanya Tuhan, seperti dari psikolog Sigmund Freud.

Ini beberapa poin yang menjadi kontroversi:

Tidak ada campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Semua kejadian di alam dinilai hanyalah mekanisme alam biasa dan manusia dapat turut campur di dalamnya.

Tuhan bukanlah pencipta makhluk hidup dan penentu keanekaragaman spesies. Adanya makhluk hidup diyakini terbentuk melalui mekanisme evolusi dan seleksi alam dari materi primitif hingga menjadi makhluk yang sempurna.

Agama dinilai merupakan ekspresi keputusasaan jiwa manusia saat tidak bisa menghadapi kerasnya kehidupan. Tuhan juga dinilai hasil ilusi manusia akibat tekanan jiwanya.

Agama dianggap hanya membawa manusia pada penderitaan hidup karena dinilai mengakibatkan peperangan dan terorisme.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon