Jefry Pagawak Bantah Terlibat Penyanderaan di Papua
Rabu, 16 September 2015 | 17:28 WIB
Jayapura-Jefry Pagawak membantah dirinya disebut-sebut sebagai dalang aksi penembakan warga Keerom bernama Kuba di Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, perbatasan RI-Papua Nugini (PNG), Rabu (9/9) lalu dan menyandera Badar (30) dan Sudirman (28).
"Itu harus diklarifikasi Polda dan TNI karena saya tidak berada di sana dan tidak tergabung dengan pasukan-pasukan itu. Setelah saya baca di berbagai media, saya sangat kecewa, sungguh sangat kecewa. Kenapa saya yang dituduh berada di baik penyanderaan dan segala macam itu. Kalau saya melakukan itu, saya tidak selamat," kata Jefry Pagawak saat dihubungi SP via telepon pukul 18.20 WIT.
Menjawap pertanyaan SP apakah ada pihak yang sengaja menyudutkan dirinya? Ia mengatakan, "Itu yang sedang saya cari saat ini. Siapa dalang yang menyudutkan saya sebagai pelaku penyanderaan dan penembakan itu. Dan kemudian dikaitkan dengan dua orang yang salah satunya ditahan di Polres Keerom yang marganya sama dengan saya," ujarnya dengan nada kecewa.
Kepada SP, Jefri meminta agar mengklarifikasi pemberitaan yang menyudutkan dirinya. "Tolong dilarifikasi," ujarnya.
Sebelumnya, aparat Kepolisian Daerah Papua masih berusaha membebaskan dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok bersenjata di Papua Nugini (PNG). Polda Papua juga sudah meminta bantuan tentara PNG untuk membebaskan mereka.
Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan, pemimpin kelompok bersenjata yang menyandera dua WNI di PNG masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. "Jefri Pagawak merupakan salah satu DPO polisi," katanya. Dia menambahkan, Jefri Pagawak juga memimpin aksi penembakan terhadap warga sipil.
Paulus mengatakan, Kepolisian dan Konsulat RI di Vanimo, PNG sudah meminta bantuan militer PNG untuk membantu membebaskan dua WNI yang ditahan kelompok tersebut. Penahanan dua WNI di PNG terjadi sesaat setelah penembakan terhadap tukang potong kayu di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua. Polisi menduga dua WNI ditawan kelompok Jefri Pagawak di Kampung Skoutio, PNG, yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama tiga jam dari Kampung Skopro di Papua.
Panglima Komando Daerah Militer XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan, pemerintah Indonesia dengan bantuan tentara Papua Nugini (PNG) masih melakukan negoisasi dengan kelompok bersenjata yang menyandera dua warga negara Indonesia (WNI). Tim pemerintah Indonesia dan tentara PNG, menurut dia, sudah bertemu dua WNI yang sejak 9 September ditawan oleh kelompok bersenjata pimpinan Jefri Pagawak. "Mudah-mudahan hari ini kedua sandera dibebaskan dan diserahkan kembali dalam keadaan sehat," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




