Kecelakaan Bus Karunia Bhakti dan Bus Doa Ibu Beruntun
Jumat, 10 Februari 2012 | 23:37 WIB
Masyarakat untuk sementara dihimbau menghindari jalur puncak.
Sedikitnya empat kendaraan pribadi, dua angkot, dan sejumlah motor yang tengah berada di pangkalan ojek depan pasar tradisional Cisarua menjadi korban kecelakaan maut Bus Karunia Bhakti dan Bus Doa Ibu, petang ini.
Hal tersebut dituturkan petugas kepolisian dari TMC Korlantas Polri IPDA Heri Priyanto. Menurut Heri, empat kendaraan pribadi yang turut menjadi korban kecelakaan beruntun dua bus itu di antaranya satu Toyota Avanza B 1536 SKB, satu Nissan Grand Livina F 1472 HD, dan satu Mitsubishi Pajero bernopol F 1974 FD.
Akibat tabrakan tersebut, terjadi kemacetan dan antrean kendaraan pengguna jalan di kawasan Cisarua, Bogor, hingga 3-4 Km.
Kecelakaan itu mengakibatkan 14 korban tewas dan 48 lainnya menderita luka-luka. Teridentifikasi, mayoritas korban adalah warga sekitar yang tengah berada di sisi jalan utama Cisarua tersebut.
Seluruh korban dilarikan ke RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua. Namun kemudian, sebanyak 3 korban dirujuk ke RS PMI Bogor dan beberapa lainnya ke RS Bhakti Yudha Depok. Mayoritas korban menderita patah tulang dan trauma di kepala.
Terkait dampak gangguan lalu lintas tersebut, Heri mengimbau, masyarakat untuk sementara tidak melakukan perjalanan melintasi kawasan tersebut. "Jalur puncak memang tidak ditutup. Tapi kami ," katanya.
Sedikitnya empat kendaraan pribadi, dua angkot, dan sejumlah motor yang tengah berada di pangkalan ojek depan pasar tradisional Cisarua menjadi korban kecelakaan maut Bus Karunia Bhakti dan Bus Doa Ibu, petang ini.
Hal tersebut dituturkan petugas kepolisian dari TMC Korlantas Polri IPDA Heri Priyanto. Menurut Heri, empat kendaraan pribadi yang turut menjadi korban kecelakaan beruntun dua bus itu di antaranya satu Toyota Avanza B 1536 SKB, satu Nissan Grand Livina F 1472 HD, dan satu Mitsubishi Pajero bernopol F 1974 FD.
Akibat tabrakan tersebut, terjadi kemacetan dan antrean kendaraan pengguna jalan di kawasan Cisarua, Bogor, hingga 3-4 Km.
Kecelakaan itu mengakibatkan 14 korban tewas dan 48 lainnya menderita luka-luka. Teridentifikasi, mayoritas korban adalah warga sekitar yang tengah berada di sisi jalan utama Cisarua tersebut.
Seluruh korban dilarikan ke RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua. Namun kemudian, sebanyak 3 korban dirujuk ke RS PMI Bogor dan beberapa lainnya ke RS Bhakti Yudha Depok. Mayoritas korban menderita patah tulang dan trauma di kepala.
Terkait dampak gangguan lalu lintas tersebut, Heri mengimbau, masyarakat untuk sementara tidak melakukan perjalanan melintasi kawasan tersebut. "Jalur puncak memang tidak ditutup. Tapi kami ," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




