Jaringan Abu Umar Gelar Latihan Militer di Sulawesi Tenggara
Minggu, 12 Februari 2012 | 15:12 WIB
Mereka ini menggelar idad alias persiapan dengan menggelar tadrib askari (latihan militer) di sebuah pulau kecil yang oleh penduduk setempat disebut Pulau Kura-Kura di Sulawesi Tenggara
Penangkapan sejumlah pelaku jaringan teror Abu Umar mengungkap fakta baru. Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri mengetahui jika Sabar alias Bacho alias Ridho yang hingga kini masih buron adalah pelatih di dalam kamp militer yang dibuat di Sulawesi Tenggara.
”Mereka ini menggelar idad alias persiapan dengan menggelar tadrib askari (latihan militer) di sebuah pulau kecil yang oleh penduduk setempat disebut Pulau Kura-Kura di Sulawesi Tenggara,” kata sumber penyidik di lingkungan Densus 88 kepada Jakarta Globe di Jakarta, hari ini yang meminta tak disebutkan namanya. Pelatihan yang tak terendus polisi ini digelar tahun lalu.
Hingga kini polisi masih mencari tahu siapa saja yang turut dalam pelatihan itu. ”Kuncinya di Bacho ini yang kita perkirakan adalah alumnus akademi militer milik Jamaah Islamiah (JI) di Filipina Selatan. Kita juga akan kembangkan berapa besar dana yang mengalir ke sana dan senjata apa saja yang digunakan,” sambungnya.
Bacho saat ini tengah dicari bersama dengan Udin Bubur yang diyakini memegang sebuah senjata api laras panjang M 16 miliknya sendiri dan ditambah lima lagi senjata api larang panjang dan pendek yang diterimanya dari Abu Umar.
Idad jaringan teror terbesar yang pernah diungkap oleh polisi adalah idad yang digelar di Bukit Jantho, Aceh Besar Februari 2010. Idad yang dimotori oleh Dulmatin dan Ubaid ini diikuti puluhan peserta lintas tandzim. Tak hanya kalangan JI, tapi juga diikuti oleh jebolan NII, mujahidin Lampung, hingga veteran konflik Poso.
Seperti diketahui, jaringan yang dipimpin Muhammad Ichwan, 41, alias Zulfikar alias Abdullah Omar alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman yang ditangkap Juli 2011 memang tengah dihabisi polisi karena potensinya yang membahayakan.
Abu Umar ditangkap saat hendak menyelundupkan senjata ke Indonesia dari Filipina Selatan via Tawau, Malaysia. Dia juga dituduh merencanakan penyerangan di Kedutaan Singapura, Jakarta.
Sebelumnya, pihak Polri menyatakan, dana operasional aktivitas kelompok Abu Umar dalam upayanya untuk melancarkan aksi teror dihasilkan dari jual beli senjata api dan dana pribadi.
Mereka juga menyiapkan rencana menculik dan membunuh kelompok Syiah dengan sebutan operasi Ightilat. Namun operasi ini belum terencana karena terburu terbongkar oleh polisi.
Umar sudah dicari polisi sejak tahun 1999 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil.
Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima orang Brimob.
Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.
Umar sudah dicari polisi sejak tahun 1999 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil.
Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima orang Brimob.
Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.
Penangkapan sejumlah pelaku jaringan teror Abu Umar mengungkap fakta baru. Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Mabes Polri mengetahui jika Sabar alias Bacho alias Ridho yang hingga kini masih buron adalah pelatih di dalam kamp militer yang dibuat di Sulawesi Tenggara.
”Mereka ini menggelar idad alias persiapan dengan menggelar tadrib askari (latihan militer) di sebuah pulau kecil yang oleh penduduk setempat disebut Pulau Kura-Kura di Sulawesi Tenggara,” kata sumber penyidik di lingkungan Densus 88 kepada Jakarta Globe di Jakarta, hari ini yang meminta tak disebutkan namanya. Pelatihan yang tak terendus polisi ini digelar tahun lalu.
Hingga kini polisi masih mencari tahu siapa saja yang turut dalam pelatihan itu. ”Kuncinya di Bacho ini yang kita perkirakan adalah alumnus akademi militer milik Jamaah Islamiah (JI) di Filipina Selatan. Kita juga akan kembangkan berapa besar dana yang mengalir ke sana dan senjata apa saja yang digunakan,” sambungnya.
Bacho saat ini tengah dicari bersama dengan Udin Bubur yang diyakini memegang sebuah senjata api laras panjang M 16 miliknya sendiri dan ditambah lima lagi senjata api larang panjang dan pendek yang diterimanya dari Abu Umar.
Idad jaringan teror terbesar yang pernah diungkap oleh polisi adalah idad yang digelar di Bukit Jantho, Aceh Besar Februari 2010. Idad yang dimotori oleh Dulmatin dan Ubaid ini diikuti puluhan peserta lintas tandzim. Tak hanya kalangan JI, tapi juga diikuti oleh jebolan NII, mujahidin Lampung, hingga veteran konflik Poso.
Seperti diketahui, jaringan yang dipimpin Muhammad Ichwan, 41, alias Zulfikar alias Abdullah Omar alias Abu Umar alias Indra Kusuma alias Andi Yunus alias Nico Salman yang ditangkap Juli 2011 memang tengah dihabisi polisi karena potensinya yang membahayakan.
Abu Umar ditangkap saat hendak menyelundupkan senjata ke Indonesia dari Filipina Selatan via Tawau, Malaysia. Dia juga dituduh merencanakan penyerangan di Kedutaan Singapura, Jakarta.
Sebelumnya, pihak Polri menyatakan, dana operasional aktivitas kelompok Abu Umar dalam upayanya untuk melancarkan aksi teror dihasilkan dari jual beli senjata api dan dana pribadi.
Mereka juga menyiapkan rencana menculik dan membunuh kelompok Syiah dengan sebutan operasi Ightilat. Namun operasi ini belum terencana karena terburu terbongkar oleh polisi.
Umar sudah dicari polisi sejak tahun 1999 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil.
Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima orang Brimob.
Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.
Umar sudah dicari polisi sejak tahun 1999 karena terlibat percobaan pembunuhan terhadap mantan Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil.
Dia juga terlibat dalam penyediaan senjata api yang digunakan di dalam menyerang anggota Brimob di Loki, Ambon pada 2005 yang menewaskan lima orang Brimob.
Penyerangan ini dimotori oleh Djaja alias Asep Dahlan yang kini mendekam di Lapas Porong, Jawa Timur. Asep dikenal sebagai anggota Mujahidin Ambon yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




