Aktvfitas Fisik 30 Menit untuk Kesehatan Pencernaan

Jumat, 6 November 2015 | 01:36 WIB
IH
B
Penulis: Indah Handayani | Editor: B1
Logo Beritasatu.com
Logo Beritasatu.com (Dok Beritasatu.com)

Jakarta - Dr dr H Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Gastroenterologi, menjelaskan dalam Konsensus Nasional Penatalaksanaan Konstipasi di Indonesia pada 2010 disebutkan, kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko bagi terciptanya kondisi konstipasi, yakni adalah suatu keadaan di mana frekuensi buang air besar (BAB) kurang atau dua kali dalam seminggu atau adanya BAB keras.

Data dari RSCM mengenai hasil evaluasi pada tahun 1998-2005 menunjukkan bahwa dari 2.397 pasien yang dilakukan kolonoskopi mendapatkan bahwa 9% dilakukan kolonoskopi dengan indikasi konstipasi. Yang menarik adalah bahwa dari pasien-pasien yang melakukan kolonoskopi tersebut, sebanyak 7,95% didapat kanker kolorektal. Tiga hal utama yang harus dievaluasi untuk pasien yang mengalami konstipasi adalah diet, jumlah konsumsi air, dan aktivitas fisik.

"Diet tinggi lemak terutama daging merah dan rendah serat menjadi faktor utama pencetus terjadi konstipasi, begitu pula jumlah air yang diminum dan kurang gerak bisa menjadi pencetus terjadinya konstipasi," ungkap dr Ari di Jakarta, baru-baru ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon