Kepala Dinas Pariwisata Baru Tak Mau Banyak EO Lagi
Jumat, 8 Januari 2016 | 23:46 WIB
Jakarta - Dilantik untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI yang baru menggantikan Purba Hutapea yang pensiun, Catur Laswanto sudah dihadang berbagai pekerjaan rumah yang menumpuk untuk memajukan dan mempromosikan pariwisata dan kebudayaan DKI Jakarta.
Salah satu yang akan dilakukannya, tidak akan menggelar banyak event festival dengan menggunakan banyak event organizer (EO) karena akan menghabiskan anggaran yang cukup banyak.
"Betul saya setuju. Jadi agenda festival itu, jangan kita seakan-akan menggunakan event organizer sehingga biaya sedemikian mahal dan sumber daya semua ke situ," kata Catur Laswanto di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (8/1).
Ditegaskannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginginkan peningkatan pariwisata dilakukan dengan menggali kerja sama dengan selurun potensi bisnis, kelompok profesional, kelompok budaya dan kelompok komunitas lainya.
"Mereka yang punya program, kita sebagai pemerintah men-support. Biaya selama ini mahal karena EO, kita seakan-akan jadi pengelola tunggal," ujar mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) DKI ini.
Tugas lainnya yang sesuai arahan Basuki, yakni mengembangkan kawasan Kota Tua untuk dijadikan ikon pariwisata di Jakarta. Bukan lagi hanya sekedar destinasi wisata. Untuk mencapai keinginan itu, harus dilakukan revitalisasi Kota tua yang memiliki nilai historis atau sejarah panjang budaya Indonesia.
"Nah itu diharapkan harus dikembangkan dan harus dijadikan destinasi pertama. Ini bukan persoalan ringan karena saya harus koordinasi dengan banyak pihak, seperti Dinas Pertamanan, Dinas Energi, Dinas Bina Marga, itu di antaranya," ujarnya.
Dia juga ditugaskan untuk membenahi museum-museum yang ada di Jakarta. Tugas yang cukup berat, karena harus menjadikan museum sebagai destinasi wisata di Ibu Kota.
"Jadi Pak Gubernur tegaskan, museum di Jakarta harus dibenahi secara total. Karena museum di Jakarta, faktanya sampai saat ini belum bisa jadi destinasi wisata. Padahal di negara lain, museum telah dijadikan destinasi utama yag luar bisa. Karena di situ ada nilai edukasi historis wisata dan budaya. Jadi itu harus dikembangkan dan kami akan jalin kerjasama dengan komunitas yang memang peduli akan museum," terangnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




