Djarot Perintahkan Disdik DKI Percepat Rehabilitasi Sekolah Rusak
Kamis, 24 Maret 2016 | 20:17 WIB
Jakarta - Sebelum terjadi peristiwa robohnya ruang perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 61 di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku selalu cerewet terhadap pelaksanaan rehab sekolah rusak di Jakarta.
Ternyata kekhawatirannya melihat gedung sekolah dalam kondisi rusak dapat membahayakan peserta didik atau guru terjadi. Dengan peristiwa robohnya perpustakaan SMKN 61 Pulau Tidung pada Rabu (23/3) pukul 9.30. Kejadian ini mengakibatkan satu guru mengalami luka dibagian wajah dan pelipis karena tertimpa lemari perpustakaan.
"Jauh sebelum sekolah itu roboh, saya sudah perintahkan berkali-kali agar sekolah-sekolah yang rusak itu jangan digunakan. Gunakan sekolah lain yang ada. Siswanya dititipin. Itu berbahaya. Eh baru ngomong, sudah kejadian tuh," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (24/3).
Dia pun sudah memerintah Dinas Pendidikan untuk mengebut perbaikan sekolah-sekolah rusak dalam waktu dua tahun. Untuk tahun ini, ada empat paket perbaikan gedung sekolah rusak dengan nilai Rp 1,2 triliun. Empat paket itu berisi perbaikan gedung sekolah sekitar 352 sekolah.
"Makanya kenapa saya bolak-balik ke Dinas Pendidikan. Waktu itu saya perintahkan betul, tahun 2016, seluruh renovasi sekolah harus selesai. Kalau belum selesai, tahun 2017 harus selesai. Sehingga pada tahun 2017, kondisi bangunan sekolah kita sudah baik semua. Makanya saya cerewetin terus Disdik untuk tuntaskan perbaikan sekolah. Kalau nggak, bahaya, bahaya banget," jelasnya.
Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan, konstruksi bangunan SMKN 61 merupakan bangunan panggung. Lantai satu bangunan tak menempel di tanah. Musibah terjadi pada Rabu (23/3), pukul 09.30, lantai ruang perpustakaan roboh kebawah.
"Ada satu guru yang terluka. Dia langsung dibawa ke RSUD Koja dan biaya perawatan ditanggung BPJS Kesehatan," kata Bowo.
Gedung perpustakaan di SMKN 61 Pulau Tidung dibangun tahun 2007 atau sekitar sembilan tahun. Kondisi bangunan memang sudah dalam kondisi rusak.
"Untuk perbaikan, sebenarnya gedung SMKN 61 ini sudah diusulkan dalam program rehab total dengan total biaya sebesar Rp 36,3 miliar di tahun anggaran 2017. Kita sudah anggarkan memang di tahun depan," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




