Jelang Final Piala Bhayangkara, Suporter Gelar Deklarasi Damai

Sabtu, 2 April 2016 | 22:14 WIB
BM
FH
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: FER
Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, menandatangani deklarasi damai, di Markas Polda Metro Jaya, Sabtu 2 April 2016.
Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, menandatangani deklarasi damai, di Markas Polda Metro Jaya, Sabtu 2 April 2016. (Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)

Jakarta - Pihak Polda Metro Jaya, menginisiasi deklarasi damai antar-suporter terkait perhelatan final Piala Bhayangkara 2016, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (3/4).

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, deklarasi damai itu diikuti perwakilan supoter The Jakmania, Viking-Bobotoh, Aremamania, dan Semeton Dewata. Sementara, perwakilan dari Sriwijaya Mania berhalangan hadir.

Direktur Intelkam Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Mamat Surahmat, mengatakan, deklarasi ini dilakukan dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan damai terkait final Piala Bhayangkara 2016.

"Kami berharap, seluruh suporter dapat menciptakan situasi aman dan damai dalam final Bhayangkara 2016," ujar Mamat, di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (2/4).

Berikut isi deklarasi damai para suporter:

1. Bersama-sama menjunjung tinggi sportivitas olahraga dan menerima apa pun hasil final sepak bola Piala Bhayangkara 2016 yang akan diselenggarakan Minggu 3 April 2016, di Stadion Utama Gelora Bung Karnon Jakarta.

2. Saling menghormati antar-suporter atau pendukung kesebelasan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan kebencian, konflik fisik maupun tindakan anarkis lainnya, dengan cara mengendalikan seluruh pendukung demi terwujudnya suasana kondusif dalam setiap pertandingan maupun di luar pertandingan sepak bola.

3. Sebagai pimpinan dan anggota suporter kesebelasan wajib menjaga kondusifitas dan keharmonisan antar suporter kesebelasan dengan tidak membuat pernyataan provokatif, mempengaruhi, mengejek, menista, memfitnah, mengancam, menyebarkan kebencian dan SARA, baik melalui media sosial, pesan singkat, website, media cetak, media online, selebaran, dan segala bentuk alat komunikasi lainnya kepada sesama suporter maupun masyarakat.

4. Sebagai pimpinan dan anggota suporter kami bertekad menghindari pelanggaran hukum selama berlangsungnya pertandingan sepak bola Piala Bhayangkara 2016.

5. Segala bentuk permasalahan yang timbul akibat kesalahpahaman dengan pihak manapun, wajib bekerjasama dengan aparat keamanan untuk segera mengambil langkah-langkah pencegahan serta berupaya menyelesaikan secara musyawarah mufakat, dan tidak menjadikan masalah tersebut sebagai pemicu konflik yang lebih besar, namun tetap tunduk serta patuh pada aturan hukum yang berlaku.

6. Mengimbau kepada pimpinan, koordinator wilayah, koordinator lapangan, anggota suporter The Jakmania untuk tidak menudukung salah satu kesebelasan dengan melibatkan pengerahan massa atau suporter yang sedang bertanding dalam final sepak bola final Piala Bhayangkara 2016.

7. Bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mentaati seluruh ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku selama pertandingan berlangsung.

Usai isi deklarasi dibacakan, perwakilan The Jakmania (Richard Achmad Supriyanto), Viking/Bobotoh (Obid Badra), Aremania (Hendri), dan Semeton Dewata (Indra Ari) membubuhkan tanda tangan dilembaran deklarasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon