La Nyalla Mattalitti Fokus Bentuk "Kabinet" Baru
Minggu, 18 Maret 2012 | 19:03 WIB
"Besok kami akan langsung rapat dan tugas utama adalah memilih sekretaris jenderal."
Usai terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam kongres luar biasa yang digelar KPSI di Jakarta, hari ini, La Nyalla Mattalitti langsung menyiapkan kabinet barunya.
"Besok kami akan langsung rapat dan tugas utama adalah memilih sekretaris jenderal. Tidak usah banyak calon, saya fokus pada satu nama," ujar La Nyalla tanpa mau menyebutkan nama kandidat sekjen.
Meski telah terpilih sebagai ketua umum, La Nyalla masih harus mendapatkan pengakuan dari otorisasi tertinggi sepakbola dunia, FIFA. Dan hal ini bukanlah hal yang mudah.
Pria yang juga menjabat ketua PSSI Jawa Timur ini menegaskan bahwa pihaknya akan berjuang untuk memperoleh pengakuan FIFA lewat jalur pengadilan arbitrase untuk olahraga (CAS).
"Kami sedang mempersiapkan di CAS. Kemarin, CAS tidak mau mengeluarkan putusan sela karena belum ada materinya. Sekarang, semua sudah menjalankan kongres," imbuh La Nyalla.
"Harus kita buktikan voter yang asli. Kami yakin voter yang hadir di KLB sah. Di kongres tahunan, banyak caretaker yang hadir. Padahal, caretaker hanya memiliki mandat apabila diminta oleh 2/3 anggotanya dan juga disetujui oleh 2/3 anggota komite eksekutif," jelasnya.
Dari perbedaan tajam di antara kedua kubu antara PSSI Djohar Arifin Husin dan KPSI, setidaknya masih ada kesamaan pandangan dalam hal kompetisi.
Nyalla mengatakan bahwa kedua kompetisi, IPL dan ISL di bawah PSSI versi KPSI, akan dibiarkan berjalan hingga akhir musim.
"Setelah itu, baru kami akan mencari solusi. Kami akan selesaikan sesuai aturan yang berlaku. Artinya, kami hanya akan libatkan empat klub yang sebelumnya masuk ISL, yaitu Semen Padang, Persiba Bantul, Persija Jepara, dan Persiraja Aceh," terang La Nyalla.
Usai terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam kongres luar biasa yang digelar KPSI di Jakarta, hari ini, La Nyalla Mattalitti langsung menyiapkan kabinet barunya.
"Besok kami akan langsung rapat dan tugas utama adalah memilih sekretaris jenderal. Tidak usah banyak calon, saya fokus pada satu nama," ujar La Nyalla tanpa mau menyebutkan nama kandidat sekjen.
Meski telah terpilih sebagai ketua umum, La Nyalla masih harus mendapatkan pengakuan dari otorisasi tertinggi sepakbola dunia, FIFA. Dan hal ini bukanlah hal yang mudah.
Pria yang juga menjabat ketua PSSI Jawa Timur ini menegaskan bahwa pihaknya akan berjuang untuk memperoleh pengakuan FIFA lewat jalur pengadilan arbitrase untuk olahraga (CAS).
"Kami sedang mempersiapkan di CAS. Kemarin, CAS tidak mau mengeluarkan putusan sela karena belum ada materinya. Sekarang, semua sudah menjalankan kongres," imbuh La Nyalla.
"Harus kita buktikan voter yang asli. Kami yakin voter yang hadir di KLB sah. Di kongres tahunan, banyak caretaker yang hadir. Padahal, caretaker hanya memiliki mandat apabila diminta oleh 2/3 anggotanya dan juga disetujui oleh 2/3 anggota komite eksekutif," jelasnya.
Dari perbedaan tajam di antara kedua kubu antara PSSI Djohar Arifin Husin dan KPSI, setidaknya masih ada kesamaan pandangan dalam hal kompetisi.
Nyalla mengatakan bahwa kedua kompetisi, IPL dan ISL di bawah PSSI versi KPSI, akan dibiarkan berjalan hingga akhir musim.
"Setelah itu, baru kami akan mencari solusi. Kami akan selesaikan sesuai aturan yang berlaku. Artinya, kami hanya akan libatkan empat klub yang sebelumnya masuk ISL, yaitu Semen Padang, Persiba Bantul, Persija Jepara, dan Persiraja Aceh," terang La Nyalla.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




