PKS Tarik Dukungan dari Hak Interpelasi
Selasa, 20 Maret 2012 | 13:34 WIB
Tapi penarikan itu merupakan pertimbangan fraksi dan masih bisa berubah.
Fraksi PKS menarik dukungan dari usulan hak interpelasi terhadap kebijakan moratorium remisi dan pembebasan bersyarat kepada koruptor.
"Pimpinan sudah terima surat dari KH Buchori perihal pencabutan terhadap usulan hak interpelasi," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat memimpin rapat paripurna, hari ini.
KH Buchori merupakan anggota Komisi III dari F-PKS. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III dari PKS Nasir Djamil membenarkan adanya penarikan tersebut. Namun dia mengatakan hal tersebut sebagai pertimbangan fraksi dan masih bisa berubah.
"Nanti saja kami lihat, kami menarik diri dari interpelasi karena ada pertimbangan lain, nanti kalau ada pertimbangan berbeda bisa lain lagi," kata Nasir.
Namun dia mengatakan, langkah PKS tersebut bukan karena pertimbangan agar satu suara dengan Sekretariat gabungan (Setgab) koalisi atau pidato presiden yang meminta Setgab solid.
"Tidak, jadi sebelum itu kami sudah membicarakan interpelasi ini sebelum ada pidato SBY, kami sudah menarik interpelasi," lanjutnya.
Pengusul hak interpelasi, Ahmad Yani dari F-PPP mengakui tandatangan pengusul hak interpelasi kini berkurang akibat penarikan dukungan PKS itu. Dia tak mengetahui pasti jumlah pengusul dari fraksi tersebut. Namun, kata dia, masih lebih dari seratus dan melampaui jumlah syarat pengusul interpelasi.
"Jadi waktu itu sudah ada seratusan, ada penarikan diri dari PKS tapi kalau PPP masih tetap (dukung interpelasi)," kata Ahmad Yani.
Fraksi PKS menarik dukungan dari usulan hak interpelasi terhadap kebijakan moratorium remisi dan pembebasan bersyarat kepada koruptor.
"Pimpinan sudah terima surat dari KH Buchori perihal pencabutan terhadap usulan hak interpelasi," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung saat memimpin rapat paripurna, hari ini.
KH Buchori merupakan anggota Komisi III dari F-PKS. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III dari PKS Nasir Djamil membenarkan adanya penarikan tersebut. Namun dia mengatakan hal tersebut sebagai pertimbangan fraksi dan masih bisa berubah.
"Nanti saja kami lihat, kami menarik diri dari interpelasi karena ada pertimbangan lain, nanti kalau ada pertimbangan berbeda bisa lain lagi," kata Nasir.
Namun dia mengatakan, langkah PKS tersebut bukan karena pertimbangan agar satu suara dengan Sekretariat gabungan (Setgab) koalisi atau pidato presiden yang meminta Setgab solid.
"Tidak, jadi sebelum itu kami sudah membicarakan interpelasi ini sebelum ada pidato SBY, kami sudah menarik interpelasi," lanjutnya.
Pengusul hak interpelasi, Ahmad Yani dari F-PPP mengakui tandatangan pengusul hak interpelasi kini berkurang akibat penarikan dukungan PKS itu. Dia tak mengetahui pasti jumlah pengusul dari fraksi tersebut. Namun, kata dia, masih lebih dari seratus dan melampaui jumlah syarat pengusul interpelasi.
"Jadi waktu itu sudah ada seratusan, ada penarikan diri dari PKS tapi kalau PPP masih tetap (dukung interpelasi)," kata Ahmad Yani.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




