Goldman Sachs Dituduh Bersekongkol Tekan Ekonomi Venezuela

Selasa, 30 Mei 2017 | 08:01 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Presiden Venezuelan Nicolas Maduro
Presiden Venezuelan Nicolas Maduro (AFP Photo/Federico Parra)

Caracas, Venezuela - Presiden Kongres Venezuela yang beroposisi kepada pemerintah Julio Borges menuduh bank investasi asal AS Goldman Sachs, telah membantu dan bersekongkol dengan rezim diktator negeri itu menyusul laporan bahwa bank yang bermarkas di Wall Street ini membeli surat utang senilai US$ 2,8 miliar dari Venezuela yang sedang dililit krisis likuiditas.

Wall Street Journal dua hari lalu melaporkan bahwa Goldman mengeluarkan US$ 31 sen untuk setiap obligasi yang diterbitkan BUMN minyak Venezuela PDVSA bertenor lima tahun sampai 2022, atau total senilai US$ 865 juta. Transaksi keuangan ini terjadi setelah dua bulan gelombang demonstrasi oposisi menentang Presiden Nicolas Maduro yang sudah menewaskan hampir 60 orang dan membuat ekonomi ambruk sehingga jutaan orang kesulitan makan.

"Saluran keuangan Goldman Sachs ke rezim ini akan mengokohkan penindasan brutal terhadap ratusan ribu orang Venezuela yang berunjuk rasa secara damai untuk perubahan politik di negeri ini," tulis Julio Borges dalam surat kepada Presiden Goldman Sachs Lloyd Blankfein.

Mengingat tidak konstitusionalnya pemerintahan Nicolas Maduro, ketidakmauannya menggelar Pemilu demokratis dan pelanggaran hak asasi manusianya yang sistematis, dia mencemaskan Goldman Sachs yang memutuskan memasuki transaksi ini.

Surat itu juga berisi pernyataan bahwa Kongres akan membuka penyelidikan atas transaksi obligasi oleh Goldam Sachs dan akan merekomendasikan kepada siapa pun pemerintahan demokratis Venezuela nanti untuk tidak mengakui atau tidak membayar surat utang yang telah dibeli Goldman Sachs.

Juru bicara Goldman Sachs menolak mengomentari perkembangan ini. Demikian pula dengan Kementerian Informasi Venezuela yang bertindak sebagai penyambung Kementerian Keuangan.

Surat utang itu tidak langsung dijual oleh bank sentral Venezuela, melainkan lewat perantara, kata tiga sumber dalam industri keuangan, termasuk seorang dari Goldman, kepada Reuters, Senin waktu setempat.

"Perantara-perantaranya dari Eropa," kata sumber pada Goldman.

Mengingat perekenomian Venezuela saat itu terpukul oleh pelemahan harga minyak, pemerintahan Maduro menjadi tergantung kepada kesepakatan keuangan atau penjualan saham BUMN agar cadangan devisa tercukupi.

Cadangan devisa Venezuela naik US$ 749 juta pada Kamis dan Jumat pekan lalu, sampai menyentuh angka US$ 10,86 miliar. Tapi nilai ini masih 50 persen di bawah tiga tahun lalu, demikian catat Reuters.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon