Koordinasi Global Tutup Dua Situs Jahat di Dark Net

Sabtu, 22 Juli 2017 | 21:43 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Ilustrasi.
Ilustrasi. (istimewa)

Washington DC - Dua situs marketplace tempat jual beli aneka produk yang digunakan untuk kejahatan di Dark Net (Dark Web) AlphaBay serta Hansa berhasil ditutup, Kamis (20/7). Penutupan dua situs berbahaya tersebut dilakukan berkat koordinasi dari Biro Investigasi Federal (FBI), Agensi Penegakan Hukum Narkoba (DEA) serta Kepolisian Belanda dengan dukungan dari Europol.

Marketplace AlphaBay serta Hansa tersebut bertanggung jawab terhadap perdagangan 350.000 komoditas terlarang di mana di dalamnya termasuk Narkoba, senjata ilegal serta malware. Keberhasilan penutupan AlphaBay serta Hansa tersebut merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan terhadap kriminal yang melakukan aktivitasnya di Dark Net sepanjang sejarah.

"Ini adalah hasil yang luar biasa bagi pihak berwenang di Eropa dan Amerika," kata Rob Wainwright Direktur Eksekutif Europol seperti dikutip dari situs resmi Europol, Sabtu (22/7).

"Kemampuan para penyelundup obat terlarang dan para kriminal lainnya di seluruh dunia mendapat pukulan telak hari ini setelah kerja sama yang sukses (dari penegak hukum) di berbagai negara. Dengan bekerja sama secara global, penegak hukum telah memberikan pesan yang jelas bahwa kami akan melakukan identifikasi terhadap para kriminal dan menyerang balik, kendati itu berada di area Dark Web. Masih akan ada operasi seperti ini di masa depan."

Perlu diketahui Dark Web atau Dark Net tidak dapat diakses secara mudah. Tidak seperti situs internet biasa, untuk menelusuri Dark Web, berbagai teknologi seperti Tor, VPN, PGP serta sistem operasi Tail harus digunakan agar bisa menelusuri sisi kelam dari internet tersebut.

Sebelum ditutup, AlphaBay memiliki 200.000 pengguna serta 40.000 pemasok barang. Terdapat lebih dari 250.000 daftar barang untuk obat terlarang serta bahan kimia berbahaya di situs tersebut. Terdapat juga 100.000 lebih daftar dokumen identitas, serta piranti akses, barang-barang tiruan, malware, tools untuk meretas komputer, persenjataan serta aneka layanan ilegal.

Perkiraan konservatif mengestimasi US$1 miliar berhasil ditransaksikan di AlphaBay sejak didirikan pada 2014 lalu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon