Pelaku Pasar Berharap OJK Baru Agresif Kejar Pertumbuhan

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:47 WIB
DK
FB
Penulis: Devie Kania | Editor: FMB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 2017-2022 Wimboh Santoso (kelima kanan) bersama anggota ex-officio Mirza Adityaswara (kiri) serta Mardiasmo (ketiga kanan) dan Anggota Dewan Komisioner OJK (kedua kiri ke kanan) Ahmad Hidayat, Tirta Segara, Heru Kristiyana, Nurhaida, Riswinandi dan Hoesen berfoto bersama usai dilantik di Mahkamah Agung, Jakarta, 20 Juli 2017.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan 2017-2022 Wimboh Santoso (kelima kanan) bersama anggota ex-officio Mirza Adityaswara (kiri) serta Mardiasmo (ketiga kanan) dan Anggota Dewan Komisioner OJK (kedua kiri ke kanan) Ahmad Hidayat, Tirta Segara, Heru Kristiyana, Nurhaida, Riswinandi dan Hoesen berfoto bersama usai dilantik di Mahkamah Agung, Jakarta, 20 Juli 2017. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta – Sejumlah pelaku pasar modal menyambut positif penunjukkan Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022. Kendati, para pelaku pasar modal mengharapkan bahwa ke depan, kepala eksekutif pengawas pasar modal yang baru tersebut dapat membuat peraturan dan kebijakan yang membuat industri pasar modal menjadi ramah atau friendly market kepada investor maupun emiten.

Analyst Research PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo menilai, Hoesen memang memiliki kompetensi untuk menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Pasalnya, beliau sudah pernah menjabat sebagai direktur penilaian perusahaan di BEI, mantan Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), maupun menjadi salah satu direksi di PT Danareksa (Persero).

"Dari sisi regulator, ataupun posisi sebagai pelaku pasar modal sudah pernah dia (Hoesen) alami. Jadi menurut saya, semestinya beliau sudah memiliki pandangan yang komprehensif terhadap industri pasar modal sehingga dapat memahami persoalan dari beberapa macam angle," ujar Lucky kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.

Adapun, ia menegaskan, semua pengalaman atau perjalanan karir dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK yang baru saat ini, merupakan salah satu peluang untuk dapat mendorong pasar modal Indonesia untuk mampu bersaing dengan tetangga. Contohnya antara lain, dengan Thailand ataupun India.

"Ya, jadi harapannya beliau dengan kompetensi yang ada, dapat membuat industri pasar modal kita lebih maju, tertib dan mampu bersaing. Intinya itu, semoga Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen dapat menciptakan peraturan dan kebijakan yang friendly market kepada emiten maupun investor," tegas dia.

Ia pun lebih lanjut menuturkan maksud dari makna friendly market. Menurut Lucky, keberadaan OJK adalah untuk mengawasi, membina, dan mengatur. Oleh sebab itu, ia menaruh harap, agar kepala eksekutif pengawas pasar modal yang baru melalui kebijakan yang dikeluarkan ke depan dapat membuat industri pasar modal meraih pertumbuhan yang agresif.

Pasalnya, tegas dia, sekarang ini kita tidak lagi berbicara bagaimana untuk tumbuh, tapi apa upaya yang harus dilakukan guna meraih pertumbuhan yang lebih cepat. "Dari sisi Direktur Utama BEI Tito Sulistio juga pernah menyampaikan, kalau pihaknya ingin membawa kapitalisasi pasar (market cap) pasar modal kita menjadi yang terbesar di ASEAN pada 2020. Nah, di situ kita memerlukan peran OJK untuk dapat mendukung hal tersebut," ungkap dia.

Senada, dari sisi Kepala Riset PT Koneksi Capital Alfred Nainggolan menegaskan bahwa menciptakan kondisi pasar yang nyaman atau ramah merupakan hal yang penting untuk dapat dilakukan oleh pejabat OJK pasar modal yang baru. Hal tersebut, tentunya tidak hanya terbats untuk investor asing, tapi juga yang berasal dari dalam negeri.

Kemudian, OJK melalui kepala eksekutif pengawas pasar modal pun perlu dapat memberikan keamanan dan keadilan, terutama dari sisi aspek informasi agar dapat mengembangkan jumlah investor dan emiten. Pada akhrirnya, semua aksi yang dilakukan OJK diharapkan dapat menjamin aktivitas investasi yang berkelanjutan.

"Hingga kini kita masih tertinggal dengan negara tetangga, padahal sebetulnya potensi pasar modal kita cukup kuat. Oleh sebab itu, memang perlu ada hal yang didorong," ujar Alfred.

Adapun, ia menyambut positif penetapan Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal periode 2017-2022. Pasalnya, dengan semua pengalaman Hoesen di industri pasar modal tentu dapat membuat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal yang baru tersebut tidak memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi.

Sebaliknya, Hoesen dapat langsung fokus kepada peningkatan dan pembenahan industri pasar modal. "Beberapa tahun belakangan ini, market cap pasar modal kita sudah tumbuh dengan pesat. Jadi dengan kepemimpinan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK yang baru, harapannya dapat mendukung pasar modal kita untuk dapat berkontribusi yang lebih segnifikan lagi ke depan," papar Alfred.

Beberapa Tantangan
Sementara itu, Lucky menyatakan, dalam hal menjadi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen berpeluang menghadapi sejumlah tantangan. Contohnya, kejadian penipuan investasi masih akan menjadi salah satu hal yang harus dikendalikan.

Untuk itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen harus dapat mengawasi dan mengatur dengan baik aspek perizininan dan admistrasi dengan baik agar modus penipuan berkedok investasi tidak lagi terjadi. "Seiring dengan hal tersebut,dampaknya akan baik juga untuk image pasar modal kita," tutur dia.

Kemudian, Lucky juga mengatakan, tantangan lain ke depan yang akan dihadapi Hoesen adalah menemukan cara atau membuat kebijakan untuk menarik perusahaan asing yang sudah melantai di bursa saham negara lain untuk dapat mencatatkan sahamnya di BEI. Tentu, ujar dia, untuk menarik minat perusahaan asing tersebut OJK perlu membuat kebijakan dan peraturan yang friendly market.

"Ke depan pun diharapkan, OJK dapat memperhatikan kalau ada perusahaan yang sahamnya diperdagangkan tapi ternyata kinerja likuidtiasnya tidak cukup. Senada, OJK juga perlu memperhatikan kasus seperti PT Nusa Konstruksi Enjineering Tbk (DGIK) sebagai pembelajaran," ujar dia.

Perlu diketahui, belum lama ini Komsisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nusa Konstruksi Enjineering sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009-2011. Oleh sebab itu, menurut Lucky, penting Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK yang baru untuk dapat menertibkan aksi dari emiten.

Sebab, jika ada emiten yang bermasalah, tentu akan memberikan dampak kepada pemegang saham. Seiring dengan hal itu, ia mengatakan bahwa pejabat OJK periode 2017-2022 harus dapat meminimaliskan segala problematika yang ada di industri pasar modal melalui peraturan atau kebijakannya.

"Selain Hoesen sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, kini Nurhaida juga menjabat sebagai Wakil Ketua OJK. Jadi harapannya, kedua sosok berpengalaman dan memiliki kapabilitas tersebut dapat mewujudkan dan mempercepat pertumbuhan pasar modal Indonesia," kata Lucky.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon