Kehilangan Habitat Picu Penurunan Populasi Harimau Sumatera

Minggu, 6 Agustus 2017 | 12:20 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Harimau sumatera (
Harimau sumatera ("Panthera tigris sumatrae") bernama Leony dilepas di enklosur seluas 50x50 meter di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Dharmasraya, Sumatera Barat, 29 Juli 2017. (Antara/Rosa Panggabean)

Padang - Kepala Konservasi Asia Pulp Paper (APP) Indonesia, Dr Dolly Priatna, menyatakan, penurunan populasi harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) salah satunya karena hilangnya habitat hewan tersebut menyusul terjadinya peralihan fungsi hutan.

"Jumlah harimau Sumatera yang ada saat ini lebih kurang hanya 3.000 ekor dari beberapa tahun lalu mencapai 10.000 ekor," kata Dolly Priatna di Kampus Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (5/8).

Ia menyebutkan, kehilangan habitat itu kemudian akan memicu harimau-harimau tersebut hidup terpisah-pisah. Sebab, tambahnya, tempat yang biasanya menjadi kawasan tempat tinggalnya sudah tidak ada.

Selain itu, faktor perburuan juga meyebabkan keberadaan spesies yang dilindungi Undang-undang (UU) itu semakin terdesak, dan belakangan terungkap beberapa kasus penjualan kulit harimau pada beberapa wilayah di Sumatera.

"Pemicu lain yang menyebabkan berkurangnya populasi harimau adalah karena adanya konflik antara harimau dan manusia," ujarnya.

Dolly menambahkan, keterlibatan pihak swasta dalam konservasi harimau sangat penting. Sebab, katanya, sebagai pihak yang berhak mengelola sebuah kawasan harus memberikan kontribusi terhadap kelangsungan hidup harimau.

Menurutnya, semenjak 2013, pihaknya juga sudah mengeluarkan regulasi untuk tidak lagi menebangi hutan agar habitat harimau yang ada di daerah perusahaannya tidak terganggu.

"Untuk menghindari konflik antara pekerja dan harimau, kami juga memberikan sosialisasi kepada para pekerja, sebab umumnya para pekerja tersebut tidak memahami perilaku harimau," katanya.

Sementara itu Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Wiratno, mengatakan konservasi harimau tidak terlepas dari peranan masyarakat.

"Dalam penyusunan rencana aksi nantinya diharapkan masyarakat ikut terlibat dalam upaya konservasi terhadap harimau," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon