Tungau Macrochelidae Potensial sebagai Agen Hayati Pengendali Hama
Rabu, 16 Agustus 2017 | 21:49 WIB
Jakarta - Profesor riset Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Sri Hartini, menyatakan, tungau Macrochelidae bisa menjadi agen hayati pengendalian hama.
Tungau Macrochelidae akan menjadi komoditas yang istimewa pada masa mendatang jika ditangani secara benar dan serius dalam rangka mendukung program nasional pertanian organik bebas pestisida.
"Hewan kecil tidaklah selalu kecil perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem," kata Sri dalam orasi pengukuhan profesor riset LIPI di Auditorium LIPI, Jakarta, Rabu (16/8).
Menurutnya, sebagian besar jenis Macrochelidae dan geografinya di Indonesia belum banyak diketahui sehingga peluang penelitian biosistematika masih sangat lebar.
"Karenanya, pengungkapan jenis baru dan penggalian potensi tungau Macrochelidae sebagai agen hayati sangat diperlukan," kata Sri.
Dikatakannya, tungau sebagai satwa kecil berukuran 300 mikrometer hingga 1.300 mikrometer sering diasosiasikan oleh masyarakat umum sebagai satwa yang tidak bermanfaat dan memberi masalah terhadap lingkungan.
Namun, kata Sri, hasil penelitian menunjukkan bahwa sesuatu yang sangat kecil tetap memberikan manfaat yang bernilai tinggi sebagai satu kesatuan ekosistem.
"Dari fenomena pemangsaan di alam, tungau Macrochelidae sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati serangga hama pertanian," jelasnya.
Lebih lanjut, Sri mengatakan, dalam era modern saat dimana segala aktifitas pertanian sangat bergantung pada bahan sintetik, peran tungau memberikan dampak yang sangat positif dalam menghasilkan produk pertanian organik melalui biopestisida secara alami.
"Indonesia sebagai kawasan yang memiliki kekayaan jenis tungau Macrochelidae sangat tinggi, tetapi baru sekitar 19,25 persen yang berhasil diidentifikasi," paparnya.
Sri menambahkan, pemanfaatan agen hayati sebagai pengendali hama dalam pembangunan pertanian dan peternakan tidak dapat ditangani secara sendiri-sendiri. Sehingga diperlukan kerja sama berbagai disiplin ilmu.
"Penemuan jenis-jenis baru tidak akan ada artinya jika tidak ditindaklanjuti dengan aplikasi dan pemanfaatannya secara berkelanjutan untuk kesejahteraan umat manusia," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




